Akurat Logo

IHSG Anjlok 34,7 Persen di Semester I-2026, Tekanan Diprediksi Berlanjut

Esha Tri Wahyuni | 1 Juli 2026, 07:30 WIB
IHSG Anjlok 34,7 Persen di Semester I-2026, Tekanan Diprediksi Berlanjut
ilustrasi IHSG

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (1/7/2026) dengan potensi menguji level psikologis 5.500.

Proyeksi tersebut muncul setelah IHSG menutup Semester I-2026 dengan kinerja terburuk dalam satu dekade, ditandai penurunan selama enam bulan berturut-turut.

Pada perdagangan Selasa (30/6/2026), IHSG ditutup melemah 3,05% ke level 5.643,1. Seluruh sektor berada di zona merah, dengan sektor barang baku menjadi penekan terbesar setelah terkoreksi 5,54%.

Baca Juga: IHSG Masih Tertekan, Investor Menanti Data Inflasi dan Neraca Dagang

Secara kumulatif, IHSG telah turun 34,7% sejak awal tahun (year-to-date) hingga akhir Juni 2026. Pada periode yang sama, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) lebih dari Rp70 triliun. Sepanjang Juni saja, IHSG turun 7,9% secara bulanan (month-to-month).

Phintraco Sekuritas menyatakan tekanan jual masih berpotensi berlanjut pada awal Semester II-2026. Secara teknikal, histogram indikator MACD terus mengecil dan membuka peluang terbentuknya pola death cross. Sementara itu, indikator Stochastic RSI masih bergerak turun dari area pivot.

"Sehingga IHSG diperkirakan berpotensi akan menguji level 5.500," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa (30/6/2026).

Senada, MNC Sekuritas menilai ruang koreksi IHSG masih terbuka dengan area pengujian pada kisaran 5.472 hingga 5.540. Untuk perdagangan Rabu, perusahaan sekuritas tersebut merekomendasikan saham AADI, DSSA, ELSA, dan RAJA sebagai pilihan trading.

Tekanan yang terjadi pada Semester I-2026 menjadi catatan historis bagi pasar modal domestik. Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, IHSG membukukan return bulanan negatif selama enam bulan berturut-turut, sebuah pola yang belum pernah terjadi dalam 10 tahun terakhir. Kondisi tersebut mencerminkan tekanan yang berlangsung secara konsisten sepanjang paruh pertama tahun ini.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Uji Level 5.700, Pasar Nantikan Tiga Data Ekonomi Pekan Ini

IHSG pada awal Juli menjadi perhatian karena menjadi penanda arah perdagangan memasuki Semester II-2026. Apabila level 5.500 tidak mampu dipertahankan, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati area support berikutnya serta perkembangan arus dana asing yang sepanjang tahun masih menunjukkan dominasi aksi jual.

Sementara itu, perhatian investor juga masih tertuju pada perkembangan sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi aliran modal ke pasar saham Indonesia, di tengah upaya IHSG mencari titik keseimbangan setelah mengalami koreksi tajam sepanjang enam bulan pertama tahun 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.