Laba Pegadaian Melonjak 87,2%, Kelolaan Emas Capai 153 Ton

AKURAT.CO PT Pegadaian (Persero) mencatat pertumbuhan bisnis pada 2026, ditandai dengan peningkatan kelolaan emas, laba bersih, serta ekspansi pengembangan ekosistem emas nasional.
Hingga Mei 2026, total emas yang dikelola perusahaan mencapai 153,72 ton. Capaian tersebut didorong oleh peningkatan penggunaan berbagai layanan investasi emas yang ditawarkan Pegadaian, sekaligus upaya perusahaan memperluas literasi masyarakat mengenai investasi logam mulia.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Selfie Dewiyanti, mengatakan perusahaan terus mengembangkan produk berbasis emas agar dapat menjangkau kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
"Kami terus berupaya memberikan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk itu kami menyediakan produk berbasis emas yang komprehensif, mulai dari Deposito Emas, Titipan Emas Korporasi, Pinjaman Modal Kerja Emas, hingga perdagangan emas. Kami juga menyediakan opsi investasi emas seperti cicil emas dan menabung emas yang dapat diakses melalui aplikasi Tring!," ujar Selfie.
Saat ini Pegadaian juga mengembangkan ekosistem bisnis emas secara terintegrasi. Selain memiliki layanan investasi dan pembiayaan berbasis emas, perusahaan didukung fasilitas penyimpanan (vault) berstandar internasional serta kegiatan pengolahan dan penjualan emas melalui anak usahanya, Galeri 24.
Pengembangan tersebut disebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong hilirisasi komoditas mineral, termasuk penguatan ekosistem bulion nasional agar emas tidak hanya diperdagangkan sebagai bahan baku, tetapi juga menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.
Dari sisi kinerja keuangan, Pegadaian membukukan laba bersih Rp4,38 triliun hingga 30 April 2026. Nilai tersebut meningkat 87,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,34 triliun.
Pada periode yang sama, total aset perseroan mencapai Rp183,8 triliun, naik 56% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp117,8 triliun.
Sementara itu, outstanding loan (OSL) gross meningkat menjadi Rp153,6 triliun, atau tumbuh 58,8% dibandingkan April 2025 yang sebesar Rp96,7 triliun.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, mengatakan pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pegadaian.
Baca Juga: Jadi Bukti Daya Saing Digital, PT Pegadaian Sapu Bersih Podium MEWCI 2025
"Tidak mudah menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa adanya loyalitas dan kepercayaan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial. Pencapaian ini juga merupakan hasil dedikasi seluruh insan Pegadaian," kata Damar.
Selain memperkuat bisnis di dalam negeri, Pegadaian juga mulai memperluas langkah ke pasar internasional. Perseroan memperoleh fasilitas pendanaan dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) untuk memperkuat struktur permodalan.
Di sisi pengembangan produk, Pegadaian tengah menyiapkan produk Exchange-Traded Fund (ETF) Emas sebagai alternatif investasi berbasis emas di pasar modal.
Perusahaan juga memperluas jaringan operasional dengan membuka kantor cabang luar negeri pertamanya di Timor Leste.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









