IPO BACH dan EMMI Serap Rp517 Miliar, Dana Mengalir ke Pabrik dan Genset

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dua perusahaan baru resmi melantai di pasar modal pada Rabu (8/7/2026), yakni PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI). Dari dua IPO tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp517,57 miliar.
Menariknya, mayoritas dana hasil IPO tidak diarahkan untuk ekspansi agresif berbasis akuisisi, melainkan untuk menambah kapasitas produksi, pembelian aset operasional, modal kerja, dan pelunasan sebagian utang bank.
Hal ini mencerminkan perusahaan sektor riil masih memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang di tengah biaya pinjaman yang relatif tinggi.
Baca Juga: Dua IPO Tembus ARA Hari Ini Sinyal Minat Investor Ritel Masih Membara
BACH menghimpun dana Rp271,83 miliar melalui penerbitan 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp442 per saham.
Direktur Utama BACH, Budi Kurniawan mengatakan, sekitar 70% dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian genset guna memenuhi permintaan penjualan dan penyewaan.
"Sekitar 70 persen dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai modal kerja, khususnya untuk pembelian genset guna memenuhi permintaan penjualan maupun penyewaan," kata Budi di Gedung BEI, Rabu (8/7/2026).
Sementara 30% sisanya digunakan untuk membayar sebagian pinjaman bank agar struktur permodalan perusahaan lebih sehat.
Saham BACH juga langsung mendapat respons positif pasar dengan naik 24,43% ke level Rp550 per saham, menyentuh batas auto reject atas (ARA) dari harga IPO Rp442.
EMMI menawarkan 522,85 juta saham baru atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp470 per saham. Perseroan menghimpun dana sekitar Rp245,74 miliar.
Direktur Utama EMMI, Florian Chris Widjaja mengatakan, dana IPO digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, membangun gedung pabrik baru di Cikupa, membeli persediaan alat kesehatan, serta mendukung kebutuhan modal kerja.
"Sebagian dana akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank, pembangunan gedung pabrik baru di Cikupa, dan sisanya untuk pembelian persediaan serta kebutuhan modal kerja terkait proyek dan pengadaan alat kesehatan," ujar Florian.
Di pasar sekunder, saham EMMI naik 20,21% ke level Rp565 per saham dari harga penawaran Rp470.
Data BEI menunjukkan aktivitas IPO masih berlangsung di tengah volatilitas pasar global dan ketidakpastian suku bunga. Dalam beberapa tahun terakhir, emiten baru tidak hanya berasal dari sektor teknologi, tetapi juga perdagangan, manufaktur, dan alat kesehatan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin menyebut, pasar modal memberi perusahaan akses pendanaan yang lebih luas sekaligus mendorong penerapan tata kelola yang lebih baik.
"Melalui pasar modal, perusahaan memiliki kesempatan memperkuat kapasitas usaha melalui akses pendanaan yang lebih luas sekaligus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik," kata Saidu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







