Universitas Tazkia dan INCEIF Malaysia Bahas Masa Depan Perbankan Syariah Dunia, Usung Konsep Value-Based Intermediation

AKURAT.CO Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah (FEBS) Universitas Tazkia memperkuat perannya di panggung internasional dengan berkolaborasi bersama INCEIF University Malaysia dalam menggelar forum akademis bergengsi: Monday Forum Series 358 - International Webinar on Islamic Economics and Policy pada Senin, 29 Juni 2026.
Acara yang berlangsung secara daring via Zoom Meeting ini bertepatan dengan tanggal 14 Muharram 1448 H.
Webinar internasional ini secara khusus membedah implementasi VBI (Value-based Intermediation) atau Perantaraan Berbasis Nilai sebagai strategi masa depan industri perbankan syariah dunia.
Baca Juga: Aset Perbankan Syariah Tumbuh 9,8 Persen di 2024, Tembus Rp980,3 Triliun
VBI merupakan sebuah konsep dimana perbankan syariah tidak hanya fokus mencari keuntungan materi, melainkan juga mengutamakan dampak nyata bagi manusia (People), kelestarian alam (Planet), dan kemakmuran bersama (Prosperity).
Acara berskala internasional ini dibuka secara resmi oleh pimpinan dan akademisi senior dari FEBS Universitas Tazkia, yaitu Ustadz Dr. Dedy Rachmad, Lc., M.Sh.Ec (Ketua Program Magister Ekonomi Syariah) dan Dr. Ries Wulandari (Wakil Dekan FEBS sekaligus Dosen di Universitas Tazkia).
Webinar secara spesifik membahas VBI dari dua sudut pandang. Pertama, gambaran besar VBI (Big Picture) yakni mengubah pola pikir perbankan syariah agar memiliki jiwa wirausaha, tata kelola yang transparan, dan inklusif.
Transformasi ini didukung penuh oleh regulasi yang kondusif dari bank sentral (seperti Bank Negara Malaysia/BNM) serta gerakan aktif dari para pemangku kepentingan (investor, nasabah, pemerintah, hingga LSM).
Kedua, keterkaitan VBI dengan SDGs dan Maqasid Syariah yakni konsep keuangan berkelanjutan ini selaras dengan tujuan esensial hukum Islam (Maqasid Syariah), yakni mendatangkan kemaslahatan (promoting well-being) dan mencegah kerusakan (preventing harm).
Nilai perlindungan terhadap Agama, Jiwa, Akal, Keturunan, dan Harta dijabarkan ke dalam aksi nyata yang mendukung penuh 17 Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.
Bertindak sebagai peninjau ahli (Reviewer) adalah pakar global terkemuka: Assoc. Prof. Dr. Ismail Nizam (Head of MBA INCEIF University) dan Dr. Nurhuda Othman (Deputy Director i-RISE, ISRA Institute, INCEIF University).
Melalui keikutsertaan aktif dalam forum internasional ini, FEBS Universitas Tazkia membuktikan komitmen berkelanjutannya dalam mencetak generasi ekonom syariah yang adaptif terhadap isu global serta berkontribusi nyata pada kebijakan ekonomi yang maslahat bagi masyarakat luas.
Selain itu, forum ini menjadi wadah aktualisasi bagi 8 mahasiswa program Magister Ekonomi Syariah Universitas Tazkia yang tampil sebagai pemapar riset (Presenter), menunjukkan kualitas riset akademis FEBS Tazkia yang berdaya saing tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









