ICP Juni Turun Tajam, Bahlil Kaji Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia buka suara terkait peluang penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.
Peluang tersebut terbuka karena Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Juni 2026 dipatok sebesar USD83,45 per barel, turun dibandingkan ICP Mei 2026 yang berada pada level USD106,56 per barel
Bahlil menyampaikan, pemerintah saat ini masih menghitung perkembangan harga minyak mentah internasional sebelum memutuskan perubahan harga BBM non-subsidi.
Baca Juga: ICP Turun Tajam, Ekonom: Harga Pertamax Sudah Saatnya Dipangkas!
"Kita akan melihat, saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," kata Bahlil di Istana Negara, Senin (20/7/2026) malam.
Bahlil menjelaskan, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan karena harga minyak mentah, termasuk Indonesian Crude Price (ICP), masih berfluktuasi.
Bahlil menegaskan, pemerintah tengah mencari formula penyesuaian harga yang lebih bijak agar tidak memberatkan konsumen BBM non-subsidi sekaligus tetap menjaga keberlangsungan usaha di sektor hilir migas.
“Teman-teman tahu kan bahwa kadang-kadang harga ICP hari ini naik, besok turun. Enggak sampai 2 hari naik lagi. Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak,” ujarnya
Bahlil menyebut, pengguna BBM non-subsidi hanya sekitar 20% dari total konsumsi nasional dan umumnya berasal dari kelompok masyarakat mampu.
Meski demikian, pemerintah tetap mempertimbangkan keseimbangan kepentingan antara konsumen dan badan usaha.
"Yang tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya yang non-subsidi, ini kan totalnya 20%. Ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," tutur Bahlil.
Pemerintah menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Juni 2026 sebesar USD83,45 per barel, turun dibandingkan ICP Mei 2026 yang berada pada level USD106,56 per barel.
Penetapan ICP Juni tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 282.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juni 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman mengatakan, perkembangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menekan harga ICP selama Juni 2026.
"Angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar USD22,50 per barel dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level USD106,56 per barel. Penurunan ini secara umum dipengaruhi oleh tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang cenderung mereda sepanjang bulan Juni," kata Laode dikutip dari laman KESDM, Minggu (19/7/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









