IHSG Dibuka Melemah 0,35 Persen Usai Pengunduran Diri Perry Warjiyo

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Senin (27/7/2026), setelah kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memicu sikap hati-hati pelaku pasar.
Di saat yang sama, investor juga memilih menunggu berbagai agenda ekonomi global yang diperkirakan menjadi penentu arah pasar keuangan sepanjang pekan ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.25 WIB, IHSG berada di level 6.174,96 atau turun 21,46 poin (0,35%) dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.196,43. Pada awal perdagangan, indeks sempat bergerak di kisaran 6.172,84 hingga 6.188,03.
Baca Juga: Ditutup Melemah, IHSG Berpotensi Bearish Lampaui Level Support 6.279
Nilai transaksi tercatat sekitar Rp336,7 miliar dengan volume perdagangan mencapai 557,2 juta saham dalam 68.480 kali transaksi. Sebanyak 189 saham menguat, 239 saham melemah, sedangkan 537 saham bergerak stagnan.
Tekanan terhadap IHSG muncul setelah pemerintah mengumumkan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia.
"Per kemarin Minggu (26/7/2026), secara resmi, kami menerima surat pengunduran diri Gubernur BI kepada Bapak Presiden," kata Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Melalui Rapat Dewan Gubernur pada 26 Juli 2026, BI kemudian menunjuk Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur Sementara hingga proses pengisian jabatan gubernur dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Sehubungan dengan pengunduran diri Saudara Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI secara sukarela karena alasan pribadi pada tanggal 25 Juli 2026, Dewan Gubernur menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara," tulis BI dalam laman remsi.
Destry tidak menjelaskan lebih lanjut alasan pribadi yang menjadi dasar pengunduran diri Perry Warjiyo. Namun, sumber CNBC Indonesia menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan.
Di luar sentimen domestik, pelaku pasar juga dihadapkan pada padatnya agenda ekonomi global yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Dari Amerika Serikat, investor menantikan rilis data durable goods orders, keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), hingga data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026.
Rangkaian data tersebut akan menjadi petunjuk apakah bank sentral AS masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.
Sementara itu dari Asia, perhatian pasar tertuju pada rapat Politbiro China yang diperkirakan memberikan sinyal mengenai arah stimulus ekonomi pada semester II-2026.
Investor juga akan mencermati rilis PMI manufaktur China serta keputusan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.
Di sisi lain, sentimen geopolitik mulai menunjukkan perbaikan. Ketegangan di Timur Tengah mereda setelah Iran menyatakan kesediaannya menghentikan serangan apabila Amerika Serikat juga menghentikan aksi militernya.
Perkembangan tersebut mendorong harga minyak dunia turun dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko di pasar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









