OJK Kebut Transparansi Saham Jelang Evaluasi MSCI

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat implementasi reformasi pasar modal sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Indonesia di mata investor global.
Langkah tersebut dilakukan menjelang rangkaian evaluasi sejumlah penyedia indeks internasional, termasuk MSCI, yang menjadi salah satu acuan utama investor institusi dalam menempatkan dana di pasar negara berkembang.
Fokus reformasi tidak lagi sekadar mengejar kenaikan transaksi atau jumlah investor, melainkan membangun fondasi pasar yang lebih transparan, likuid, dan berintegritas.
Baca Juga: MSCI Ubah Aturan EPI, Kesempatan Emiten RI Masuk Indeks Global Terbuka
Sejumlah isu yang selama ini menjadi perhatian investor global, seperti transparansi kepemilikan saham, penentuan free float, hingga risiko konsentrasi kepemilikan saham (High Shareholding Concentration/HSC), kini menjadi prioritas regulator.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, komunikasi dengan penyedia indeks global terus dilakukan secara intensif agar perkembangan reformasi pasar modal Indonesia dapat dipahami secara menyeluruh.
"OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) terus menjalin komunikasi dan diskusi secara konstruktif dengan berbagai global index providers, termasuk MSCI, FTSE Russell, dan S&P Dow Jones Indices, sebagai bagian dari engagement yang berkelanjutan," ujar Hasan dalam jawaban tertulis RDKB OJK, dikutip Kamis (30/7/2026).
Menurut Hasan, koordinasi teknis telah dilakukan pada Juni 2026 dan kembali dijadwalkan pada Juli 2026. Dialog tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan perkembangan kebijakan dan implementasi reformasi yang sedang berjalan.
"Ke depan, OJK bersama SRO akan terus menjaga komunikasi yang aktif dan terbuka guna memastikan setiap perkembangan reformasi pasar modal Indonesia dapat dipahami dengan baik oleh global index providers," katanya.
OJK menilai kualitas pasar modal tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapitalisasi pasar, tetapi juga oleh tingkat transparansi dan kemudahan investor dalam mengakses informasi.
Karena itu, regulator bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan SRO memusatkan perhatian pada penyempurnaan sejumlah aspek yang selama ini menjadi sorotan dalam laporan Global Market Accessibility Review maupun Market Classification Review.
Hasan mengatakan reformasi tersebut mencakup penguatan transparansi kepemilikan saham, penyempurnaan penentuan free float, hingga mitigasi risiko High Shareholding Concentration yang dapat memengaruhi tingkat investabilitas suatu saham.
"OJK bersama SRO berfokus pada implementasi reformasi secara konsisten dan berkesinambungan, antara lain melalui penguatan transparansi kepemilikan saham, peningkatan kualitas data, serta penguatan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan yang berpotensi mengganggu integritas pasar," kata Hasan.
Menurutnya, efektivitas reformasi tersebut akan terus dipantau melalui evaluasi berkala dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penyempurnaan metodologi asesmen risiko konsentrasi kepemilikan saham atau High Shareholding Concentration (HSC) oleh Bursa Efek Indonesia pada Juli 2026.
Perubahan metodologi tersebut diharapkan mampu menghasilkan identifikasi yang lebih akurat terhadap saham-saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi, sehingga meningkatkan kualitas data pasar.
"Pada bulan Juli 2026 ini PT Bursa Efek Indonesia telah melakukan penyempurnaan metodologi asesmen HSC sehingga proses identifikasi saham dengan risiko konsentrasi kepemilikan menjadi semakin akurat dan mencerminkan kondisi pasar yang lebih baik," jelas Hasan.
Hasan menilai langkah tersebut merupakan bagian penting dari reformasi yang bertujuan meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.
OJK menegaskan reformasi yang sedang dijalankan tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi parameter penyedia indeks global. Lebih dari itu, perubahan tersebut diharapkan menciptakan pasar modal yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Menurut Hasan, regulator ingin memastikan manfaat reformasi dapat dirasakan oleh seluruh pelaku pasar, baik emiten, investor domestik, maupun investor asing.
"Fokus utama kami adalah membangun pasar modal Indonesia yang semakin transparan, berintegritas, dan berdaya saing global sehingga manfaat reformasi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh investor dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat investor institusi global kini tidak hanya mempertimbangkan ukuran pasar, tetapi juga kualitas tata kelola, transparansi, serta efektivitas pengawasan dalam menentukan alokasi investasi.
Sejalan dengan agenda tersebut, OJK bersama SRO akan terus menyempurnakan berbagai kebijakan pasar modal, mulai dari peningkatan kualitas keterbukaan informasi, penguatan pengawasan perdagangan, hingga penyempurnaan regulasi yang mendukung likuiditas pasar.
Upaya itu juga dibarengi dengan komunikasi yang lebih aktif kepada investor institusi global agar setiap perkembangan reformasi Indonesia dapat dipahami secara tepat waktu.
Dengan berbagai langkah tersebut, OJK berharap pasar modal Indonesia semakin memenuhi standar internasional dan memiliki tingkat investabilitas yang lebih tinggi.
Jika reformasi berjalan konsisten, bukan hanya posisi Indonesia dalam penilaian penyedia indeks global yang berpotensi membaik, tetapi juga kepercayaan investor asing terhadap pasar modal domestik dapat meningkat dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










