Akurat
Pemprov Sumsel

Pemuda Dalam Perspektif Islam Dan Al-Quran, Identik Dengan Perjuangan Hingga Masa Keemasan

Fahri Hilmi | 10 November 2023, 13:25 WIB
Pemuda Dalam Perspektif Islam Dan Al-Quran, Identik Dengan Perjuangan Hingga Masa Keemasan

AKURAT.CO Setiap 10 November dirayakan sebagai Hari Pahlawan di Indonesia. Berdasarkan sejarahnya, perayaan ini identik dengan peran pemuda muslim pada masa pertempuran Surabaya 10 November 1945 silam.

Lalu bagaimana sebetulnya Islam memandang peran pemuda?

Pada masa pertempuran Surabaya, sosok Bung Tomo menjadi ikon khas dalam peristiwa ini melalui pidato-pidatonya yang membangkitkan semangat para pahlawan perjuangan saat itu.

Salah satu yang paling dikenal yakni orasinya yang diiringi takbir dan berisi pesan ketauhidan.

“Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: merdeka atau mati! Dan kita yakin saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita, sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!”.

Baca Juga: Kini Jadi Konglomerat, Ternyata Artis Ini Dulunya Berasal Dari Keluarga Miskin

Dalam Islam sendiri, kedudukan pemuda telah tertera dalam sejumlah ayat Al-Quran.

Salah satunya penggambaran pemuda dalam surat Ar-Ruum ayat 54, dimana usia muda merupakan fase dimana manusia memiliki fisik yang kuat dibanding fase lainnya.

ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعۡفٖ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعۡدِ ضَعۡفٖ قُوَّةٗ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعۡدِ قُوَّةٖ ضَعۡفٗا وَشَيۡبَةٗۚ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡقَدِيرُ

Allahul ladzii kholaqokum min dhi’fing tsumma ja’ala mim ba’di dhi’fing quwwatang tsumma ja’ala ba’di quwwating dho’faw wasyaibah, yakhluqu maa yasyaa, wa huwal ‘aliimul qadiir.

Artinya, “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar-Rum: 54).

Pemuda juga digambarkan sebagai sosok yang berani dan kritis terhadap kebatilan. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Anbiya ayat 60, sosok Nabi Ibrahim muda berani melawan kemaksiatan para penyembah berhala dengan menghancurkan patung-patung tersebut.

قَالُوا۟ سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُۥٓ إِبْرَٰهِيمُ

Qālụ sami'nā fatay yażkuruhum yuqālu lahū ibrāhīm

Artinya: “Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim".” (QS. Al-Anbiya: 60).

Selain itu, dalam surat Al-Waqiah ayat 36-37 dijelaskan bahwa penghuni surga nantinya akan kembali diciptakan tanpa kelahiran dan kembali menjadi remaja usia muda.

Hal ini menggambarkan masa muda yang dimuliakan Allah SWT dan menjadi masa emas dalam kehidupan manusia.

فَجَعَلْنَٰهُنَّ أَبْكَارًا , عُرُبًا أَتْرَابًا

Fa ja'alnāhunna abkārā. 'uruban atrābā

Baca Juga: 5 Restoran Cepat Saji Yang Sering Dikira Merek Asing, Padahal Asli Indonesia

Artinya: “(36) Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. (37) Yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya.”

Ciri-ciri pemuda dalam Al-Quran tersebut menjadi tanda bahwa masa muda merupakan fase keemasan manusia, sehingga peran pemuda baik fisik maupun sifatnya sangatlah penting dan berdampak besar dalam sebuah perjuangan.

Dalam dakwah Rasulullah SAW pun, Nabi senantiasa dikelilingi para sahabat berusia muda, seperti Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit, Sa’ad bin Abi Waqash, Usamah bin Zaid, dan lain sebagainya, yang juga berperan penting dalam penyebaran agama Islam.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.