Akurat
Pemprov Sumsel

Mengenal Kota Al Ula Disebut Kota Berhantu yang Dihindari Nabi Muhammad

Tria Sutrisna | 21 Desember 2023, 19:02 WIB
Mengenal Kota Al Ula Disebut Kota Berhantu yang Dihindari Nabi Muhammad

AKURAT.CO Dalam sejarah Islam, Al Ula merupakan salah satu kota yang dihindari oleh Nabi Muhammad. 

Hal ini dikarenakan kota tersebut merupakan tempat tinggal kaum Tsamud, yang diceritakan dalam Al-Qur'an sebagai kaum yang durhaka kepada Allah SWT dan dihancurkan oleh Allah SWT dengan petir.

Baca Juga: Kisah Kaum Tsamud dan Peninggalannya yang Menjadi Warisan Budaya Dunia

Al Ula merupakan sebuah kota yang terletak di wilayah utara Arab Saudi, tepatnya di Provinsi Madinah. 

Kota ini berjarak sekitar 300 kilometer dari Madinah. Al Ula menjadi salah satu situs arkeologi paling penting di dunia, karena memiliki banyak peninggalan dari berbagai peradaban, termasuk Nabatean, Lihyanite, dan Romawi.

Nabi Muhammad SAW menghindari Al Ula karena khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat kota ini memiliki sejarah yang kelam. Beliau juga khawatir jika penduduk Al Ula akan menyesatkan umat Islam.

Pada masa sekarang, Al Ula telah menjadi salah satu destinasi wisata populer di Arab Saudi. Kota ini memiliki banyak situs arkeologi yang menarik untuk dikunjungi, seperti Mada'in Saleh, Hegra, dan Jabal Ithlib.

Dikutip dari buku Hajj & Umrah for Woman Panduan Perjalanan Aman & Menyenangkan karya Hj. Hayatillah dkk, di kota ini terdapat Mada'in Saleh, sebuah kota kuno di wilayah utara Hejaz, saat ini terletak di Arab Saudi, kira-kira 25 kilometer utara kota Al-'Ula.

Pada masa lalu, kota ini didiami oleh masyarakat Tsamud dan Nabatea sekitar 3000 SM, hidup dari zaman Nuh hingga zaman Musa. Mada'in Saleh, dulu dikenal sebagai Al-Hir (bukit berpasir), dan nama Al-Hijr tetap digunakan hingga abad ke-14 M.

Kawasan ini mengalami pertumbuhan hingga tahun 650 dan kemudian merosot pada tahun 1230.

Baca Juga: Menelusuri Hotel Berhantu di Bali, Hidden Gem Favorit Turis Asing

Menurut suatu riwayat, Nabi Muhammad selalu berjalan dengan cepat ketika melintasi Kota Al Ula dan bahkan tidak memalingkan pandangan ke arah kanan atau kiri. 

Ibnu Battuta, dalam catatannya, menceritakan bahwa rombongan karavan yang dia dampingi enggan berhenti di Al Ula. Mereka menolak berhenti karena kota ini dianggap sebagai kota hantu atau terkutuk. Dalam kepercayaan masyarakat Arab.

Al Ula dianggap sebagai tempat tinggal jin yang harus dihindari karena penduduk Nabatea menolak meninggalkan kepercayaan mereka, tidak menyembah Tuhan, tetapi menghormati dewa-dewi. Di Mada'in Saleh, terdapat situs Jabal Ithlib yang dianggap suci bagi kaum Nabatea.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
R