5 Sumber Polusi Udara Di Jakarta, Mulai Dari Emisi Hingga Musim Kemarau
AKURAT.CO Polusi udara di Jakarta tengah menjadi sosotan publik lantaran kualitasnya yang memburuk.
Fenomena tersebut menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti ISPA, asma, dan lainnya.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan kendaraan bermotor memberi kontribusi terhadap pencemaran udara.
Kemudian sumber terbesar lainnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebesar 34 persen dan sisanya termasuk rumah tangga.
Untuk mengetaui sumber polusi udara di Jakarta yang lainnya, simak ulasan di bawah ini.
Sumber Polusi Udara di Jakarta
Dikutip dari berbagai sumber pada Rabu (6/9/2023), berikut beberapa sumber polusi udara di Jakarta:
1. Emisi kendaraan
LHK mengungkapkan bahwa penyumbang polusi terbesar di Jabodetabek adalah kendaraan atau transportasi sebanyak 44 persen.
Polusi tercipta dari emisi atau gas buangan kendaraan-kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil.
2. PLTU
PLTU menjadi sorotan terbesar karena diduga sebagai penyebab utama penurunan kualitas udara di Jakarta.
Namun faktanya, PLTU bukanlah sumber pertama penyumbang polusi udara. Meskipun begitu, PLTU masuk ke dalam dua daftar penyumbang polusi sebesar 34 persen.
3. Limbah rumah tangga
Selain sektor transportasi dan energi, sektor rumah tangga juga menyumbang emisi yang menyebabkan pencemaran udara di Jakarta.
Beberapa alat dan bahan yang digunakan sehari-hari dapat menyebabkan udara di lingkungan sekitar tercemar.
Formaldehida, benzena, dan karbon dioksida yang berasal dari limbah rumah tangga merupakan zat kimia yang berperan aktif dalam perburukan kualitas udara.
4. Pembakaran
Pembakaran yang melepaskan polutan karbon dioksida dan zat kimia berbahaya juga menjadi sumber polusi udara di Jakarta.
Pembakaran tersebut berasal dari sektor rumah tangga serta industri-industri manufaktur.
Contohnya adalah pembakaran sampah rumah tangga secara sembarangan. Lalu asap yang terkepul ke udara mengandung polutan yang dapat mencemari atmosfer bumi.
5. Musim kemarau
Musim kemarau juga menjadi faktor penyebab menurunnya kualitas udara dan berpotensi memperburuk polusi udara di Jakarta.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkait
Berita Terkini







