Akurat
Pemprov Sumsel

Apa Itu Quarter Life Crisis ? Simak Pengertian dan Faktor Penyebabnya

Redaksi Akurat | 16 Maret 2026, 18:27 WIB
Apa Itu Quarter Life Crisis ? Simak Pengertian dan Faktor Penyebabnya
Quarter Life Crisis

AKURAT.CO Umur 20 tahun ke atas sering disebut sebagai usia di mana kita mulai merasakan pendewasaan diri dan mulai mencari identitas diri selama hidup.

Hidup mulai penuh dengan keraguan dan ketidakpastian karena terlalu banyak informasi yang menjadi panduan hidup ke depannya. Inilah yang disebut quarter life crisis.

Quarter life crisis adalah momen ketidakpastian yang dirasakan oleh seseorang yang berusia 20-an hingga 30-an. Merek terjerat dan bingung untuk memilih tujuan hidup terkait dengan masa depan, karier, dan mulai merasa minder terhadap orang lain.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Drama Korea untuk Kamu yang Dilanda Quarter Life Crisis

Rasa minder yang dirasakan lambat laun akan mulai berganti dengan rasa cemas yang berlebihan terhadap masa depan karena merasa gagal dan tidak mampu mencapai impian.

Sebenarnya apa faktor penyebab hal ini terjadi? Kenapa seseorang yang beranjak dewasa merasai hal seperti itu? Yuk kita simak penjelasannya!

Penyebab Quarter Life Crisis 

Terdapat faktor penyebab kenapa quarter life crisis terasa begitu menakutkan dan memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan terkait hidup mereka.

1. Tekanan Sosial, Ekspektasi Orang Tua

Setiap anak yang memiliki orang tua akan berusaha untuk memenuhi ekspektasi dan harapan mereka ketika sudah beranjak dewasa. Tidak hanya itu, tekanan sosial yang diberikan oleh lingkungan sekitar mulai membebani seseorang ketika mulai memutuskan jalan hidupnya.

Orang tua akan berharap agar anak mereka dapat cepat bekerja tetap jika mereka sudah mulai melepaskan status pendidikan. Belum lagi lingkungan yang menganggap nilai sukses berasal dari gaji, status tinggi, serta jabatan yang akan menjadi latar belakang sosial seseorang.

Tekanan ini akan membuat seseorang merasa tidak cukup baik, takut mengecewakan orang lain, hingga mengambil keputusan bukan berdasarkan sesuatu yang tidak mereka inginkan.

2.  Kebingungan Karier dan Masa Depan

Hal ini biasanya sangat dirasakan oleh anak yang baru tamat dari sekolah menengah dan mahasiswa yang tengah berada di semester akhir.

Kebanyakan dari mereka belum yakin ingin menjadi apa, ke mana arah hidupnya ke depannya, dan bingung apakah pilihan yang sudah mereka ambil sudah benar atau tidak.

Hal ini mengakibatkan seseorang menjadi overthinking karena berpikir terlalu berlebihan . Takut mengambil langkah karena sulit mengambil keputusan mana yang tidak memiliki banyak risiko dan mana yang benar.

Sehingga akan muncul rasa tertinggal jika dibandingkan dengan orang yang sudah jelas jalan hidupnya.

3. Masalah finansial

Jika diselidiki lagi, sebenarnya inilah faktor terbesar seseorang mulai kehilangan jati diri mereka.

Masalah finansial yang dihadapi bukan hanya tentang tidak punya uang dan mencari sumber pemasukan, tetapi juga bingung bagaimana cara mendapatkan pendapatan yang stabil, sedangkan saat ini terasa sulit untuk menabung.

Belum lagi mereka yang umurnya sudah dewasa akan merasa rendah diri ketika masih bergantung pada uang dari orang tua. Hal inilah yang sering menjadi pemicu stres, rasa tidak aman akan masa depan, serta tekanan mental yang mulai memaksa untuk menjadi mandiri.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Drama Korea untuk Kamu yang Dilanda Quarter Life Crisis

4. Perbandingan di Media Sosial

Ketika bangun tidur dan mulai melakukan aktivitas, hal yang secara sadar kita lakukan adalah menscroll media sosial milik orang lain. Pada dasarnya, media sosial selalu menampilkan versi terbaik dari hidup orang lain.

Akibatnya, perilaku membandingkan diri dengan semua yang dilihat dengan pencapaian yang mereka rasakan masih belum ada perkembangan.

Saat itu terjadi, seseorang akan mulai merasa diri hanya ‘jalan di tempat’ dan akhirnya memunculkan rasa iri, minder dan tidak puas.

Padahal yang tidak mereka sadari adalah setiap orang punya waktu dan proses yang berbeda.

5. Takut tertinggal

Rasa takut tertinggal adalah perasaan di mana ketika melihat orang lain sudah mendapatkan kerja tetap, mapan secara finansial, mendapatkan jodoh mereka, hingga ada yang menjadi pengusaha yang sukses, muncul sebuah perasaan tidak ingin kalah dari orang lain jika dibandingkan dengan diri sendiri yang masih mencari arah tujuan hidup ke depannya.

Perasaan inilah yang sering membuat seseorang terburu-buru dalam mengambil keputusan dan tidak menikmati proses serta merasakan hidup ini seperti kompetisi yang tidak tahu  batas apa yang menang dan batas apa yang membuat mereka merasa kalah.

Fikhra Azmi - (Magang)

 

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R