Akurat
Pemprov Sumsel

Rupiah Stagnan Di Rp15.355 Usai BPS Rilis Data Neraca Perdagangan Agustus 2023

Arief.Permana | 15 September 2023, 15:25 WIB
Rupiah Stagnan Di Rp15.355 Usai BPS Rilis Data Neraca Perdagangan Agustus 2023

AKURAT.CO - Rupiah ditutup stagnan di level Rp15.355 pada perdagangan Jumat, 15 September 2023 usai BPS merilis data neraca perdagangan bulan Agustus 2023.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah digerakkan sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, sentimen datang dari pertemuan penetapan kebijakan ECB terbaru.

Meskipun bank sentral menaikkan suku bunga utamanya sebesar 25 basis poin ke rekor tertinggi pada hari Kamis, bank sentral juga mengisyaratkan bahwa ini kemungkinan akan menjadi kenaikan terakhirnya dalam perjuangannya selama lebih dari setahun melawan inflasi yang tinggi.

Baca Juga: Rupiah Turun 28 Poin Ke Rp15.370 Jelang Rilis Data Inflasi AS

"Bank sentral juga menaikkan prakiraan inflasi, yang kini diperkirakan akan turun lebih lambat menuju target 2 persen dalam dua tahun ke depan, sekaligus menurunkan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Ibrahim dikutip Jumat (15/9/2023).

Sementara Fed akan mempertahankan sikap hawkish Dolar melonjak semalam setelah penjualan ritel AS mendapat dorongan dari harga bensin yang lebih tinggi, meningkat 0,6% pada bulan Agustus dibandingkan perkiraan kenaikan 0,2%, sementara harga produsen AS naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan Agustus.

Federal Reserve diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan minggu depan, namun ketahanan perekonomian kemungkinan berarti bahwa bank sentral AS akan mengulangi sikap hawkishnya.

Dari Asia, Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pemotongan kedua sebesar 25 basis poin terhadap rasio persyaratan cadangan bank pada tahun ini.  

"Meskipun langkah tersebut bertujuan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung pemulihan ekonomi yang lemah, hal ini dapat memperburuk penurunan yuan yang sudah terpuruk karena suku bunga domestik semakin turun. PBOC telah memberikan stimulus sedikit demi sedikit, namun perekonomian masih menderita karena kurangnya kepercayaan konsumen," imbuh Ibrahim.

Namun indikator lain menunjukkan bahwa sebagian besar perekonomian Tiongkok masih berada di bawah tekanan. Investasi aset tetap – yang mewakili belanja modal oleh dunia usaha – tumbuh kurang dari perkiraan pada bulan Agustus, sementara harga rumah menurun selama sepuluh bulan berturut-turut.

Sentimen Internal Rupiah

Dari internal, sentimen datang dari data Neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus USD3,12 miliar pada Agustus 2023 dibandingkan capaian bulan sebelumnya sebesar USD1,31 miliar. Surplus neraca perdagangan Indonesia merupakan capaian selama 40 bulan secara berturut-turut sejak Mei 2020. 

Surplus neraca perdagangan Agustus 2023 ditopang komoditas non-migas yang tercatat USD4,47 miliar. Adapun, komoditas penyumbang surplus utama, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati HS 15, bahan bakar mineral HS 27, besi dan baja HS 72.

Pada saat yang sama, lanjutnya, neraca perdagangan komoditas migas defisit USD1,34 miliar dengan komoditas penyumbang defisit minyak mentah. Secara kumulatif hingga Agustus 2023, total surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai USD24,4 miliar.

Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi Januari-Agustus 2022 yang mencapai USD34,89 miliar. Surplus neraca perdagangan secara kumulatif pada tahun ini (Januari-Agustus 2023) turun USD10,55 dibandingkan periode tahun sebelumnya (yoy).

Realisasi surplus neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2023 di atas ternyata ramalan ekonom. Dari 22 ekonom yang memproyeksikan kondisi neraca dagang, terdapat rata-rata nilai di angka USD1,38 miliar. Dari jumlah ini, 21 ekonom di antaranya sepakat kinerja ekspor-impor Indonesia akan kembali surplus, sedangkan yang memproyeksi defisit hanya 1 ekonom.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.