Utang Luar Negeri Juli 2023 Tumbuh 4,1 Persen, BI: Tetap Terkendali

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tetap terkendali pada Juli 2023 sebesar USD193,2 miliar atau tumbuh 4,1 persen secara tahunan (year on year/yoy). Hal tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2023 sebesar 2,8 persen (yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, perkembangan ULN tersebut dipengaruhi dari penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung pembiayaan program dan proyek.
“Pemerintah berkomitmen untuk mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel, termasuk menjaga kredibilitas dalam pemenuhan kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu,” kata Erwin yang dikutip dari rilis pada, Jumat (15/9/2023).
Baca Juga: Survei BI: Penjualan Eceran Agustus 2023 Tetap Kuat
Erwin menambahkan, ULN berperan penting guna mendukung upaya pemerintah dalam pembiayaan sektor produktif serta belanja prioritas sehingga mampu menopang dan menjafa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid.
Dukungan pembiayaan tersebut mencangkup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial 24 persen dari total ULN, administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 18,1 persen, jasa pendidikan 16,8 persen, kontruksi 14,2 persen, serta jasa keuangan dan asuransi 10,1 persen.
“Oleh karena itu, posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang denga pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah,” ucap Erwin.
Baca Juga: BI: Uang Beredar Juli 2023 Naik 6,4 Persen Jadi Rp8.350,6 T
Sementara, dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN yang didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
“Peran ULN juga akan dioptimalkan guna menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhah ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian,” ungkap Erwin.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










