AKURAT.CO Israel tengah berperang dengan Hamas. Secara perekonomian, negara ini lebih adidaya dibanding Palestina. Namun siapakah "mitra" investasi Israel selama ini?
Mengutip data CEIC, setidaknya ada 10 negara sumber utama investasi asing atau foreign direct investment/ FDI Israel. CEIC mengumpulkan data tersbeut dari biro pusat statistik Israel secara kuartalan dalam mata uang dolar AS. Adapun data sebelum kuartal I-1980 dikompilasi dari data International Monetary Fund/ IMF.
Nilai FDI Israel sendiri tercatat naik USD3,592 miliar di kuartal II-2023. PDB Israel sendiri tercatat mencapi USD127 miliar per kuartal I-2023 dengan transaksi berjalan sebesar USD4,2 miliar per kuartal II-2023.
Baca Juga: RI Surplus Dagang Dengan Israel Meski Tak Berhubungan Diplomatik, Ini Komoditas Utamanya
Meski wilayahnya sarat konflik, Israel merupakan salah satu negara maju tujuan utama investasi negara-negara lain.
Israel memiliki sumber daya manusia serta kebijakan yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Israel memiliki semangat kewirausahaan serta tenaga kerja yang kreatif, berpendidikan tinggi, terampil, dan beragam.
Dikenal sebagai Negara Start-Up, Israel banyak berinvestasi dalam pendidikan dan penelitian ilmiah. Pemerintah Israel mendanai inkubator untuk perusahaan rintisan teknologi, memberi dukungan luas untuk pengembangan ide dan teknologi baru, sambil berupaya mengembangkan industri tradisional. Dengan jurus-jurus tersebutlah Israel mampu menarik aliran modal dalam jumlah besar.
Tercatat, AS menjadi negara terbesar sumber investasi asing Israel sebesar USD104,164 miliar di kuartal II-2023 ( periode pelaporan Maret 1960 - Juni 2023). Disusul oleh 9 negara lainnya sebagaimana daftar berikut.
Investor Utama Isreal
1. AS sebesar USD104,164 miliar (Maret 1960 - Juni 2023)
2. Singapura sebesar USD35,724 miliar (Maret 1995 - Juni 2023)
3. Hong Kong SAR, China, USD34,323 miliar (Maret 1999 - Juni 2023)
4. UEA sebesar USD20,667 miliar (1970 - 2021)
5. UE sebesar USD16,636 miliar (April 1999 - Juli 2023)
6. Belanda sebesar USD9,668 miliar (Juni 2003 - Juni 2023)
7. Kanada sebesar USD9,110 miliar (Maret 1957 - Juni 2023)
8. Perancis sebesar USD8,773 miliar (Januari 1971 - Juni 2023)
9. Jerman sebesar USD8,130 miliar (Januari 1971 - Juni 2023)
10. Swedia sebesar USD7,960 miliar (Maret 1975 - Juni 2023)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








