10 Komoditas Ekspor Penyumbang Terbesar Surplus Perdagangan RI 2023

AKURAT.CO Indonesia mencetak surplus neraca perdagangan USD36,93 miliar sepanjang 2023, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik atau BPS.
Tercatat, ekspor sepanjang 2023 lalu tembus USD258,2 miliar, turun 11,33% secara tahunan, dibandingkan posisi 2022 yang sebesar USD291,90 miliar. Rinciannya, ekspor migas pada 2023 mencapai USD15,92 miliar dan nonmigas sebesar USD242,89 miliar, turun secara tahunan masing-masing 0,47% dan 11,96%
Dengan andil yang sangat besar, tak heran Indonesia berusaha memaksimalkan segala sektor atau komoditas nonmigas untuk meningkatkan surplus neraca perdagangan.
Baca Juga: RI Surplus Perdagangan USD36,9 M di 2023, Ini Negara Penyumbang Cuan Terbesar
Khusus komoditas ekspor nonmigas, tercatat ada 10 komoditas dengan nilai ekspor terbesar penyumbang surplus nercaa perdagangan dihitung dengan skema FOB (free on board) atau harga barang, bukan dari harga barang beserta ongkos kirim dan asuransi atau CIF (cost, freight and insurance).
Berikut daftar lengkap 10 komoditas ekspor terbesar penyumbang devisa berdasarkan data ekspor Biro Pusat Statistik (BPS) periode Januari 2023 hingga Desember 2023.
- Bahan bakar mineral senilai USD43,57 miliar (berkontribusi 17,49%)
- Lemak dan minyak hewani/nabati senilai USD28,45 miliar (berkontribusi 11,71%)
- Kendaraan dan bagiannya senilai USD11,15 miliar (berkontribusi 4,59%)
- Bijih logam, terak, dan abu senilai USD8,72 miliar (berkontribusi 3,59%)
- Logam mulia dan perhiasan/permata senilai USD7,51 miliar (berkontribusi 3,09%)
- Mesin dan perlengkapan mekanis senilai USD6,46 miliar (berkontribusi 2,66%)
- Alas kaki senilai USD6,44 miliar (berkontribusi 2,64%)
- Timah dan barang olahannya senilai USD1,78 miliar (berkontribusi 0,73%)
- Tembakau dan rokok senilai USD1,75 miliar (berkontribusi 0,72%)
- Kapal, perahu, dan struktur terapung senilai USD846 juta (berkontribusi 0,35%)
10 komoditas nonmigas tersebut menyumbang sekitar 48,03% dari total ekspor nonmigas sepanjang 2023, atau setara USD116,68 miliar. Dari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh komoditas tersebut anjlok 15,17% terhadap periode yang sama tahun 2022.
Menurut BPS, ekspor bahan bakar mineral (HS27) yang banyak diekspor secara spesifik adalah batubara (HS2701) dan gas petroleum (HS2711). Sepanjang tahun 2023 lalu, komoditas ini diekspor utamanya ke China, India dan Jepang.
Sementara untuk lemak dan minyak hewani/ nabati (HS15), yang banyak diekspor yakni minyak sawit (HS1511) terutama ke China senilai USD6,08 miliar atau 21,37%. Sayangnya, ekspor komoditas ini turun 19,07% dibandingkan tahun lalu.
Adapun untuk kendaraan dan bagiannya (HS87), negara tujuan utama ekspor komoditas ini adalah Filipina dengan porsi 25,78% atau USD2,88 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








