Rupiah Naik 30 Poin ke Rp15.780 di Tengah Stabilnya Sistem Keuangan RI

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 30 poin ke level Rp15.780 pada perdagangan Selasa, 30 Januari 2024 di tengah stabilnya sistem keuangan RI.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditopang sentimen internal dan eksternal.
Dari internal, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengumumkan penialai KSSK terhadap stabilitas sistem keuangan kuartal I-2023 yang terjaga.
Baca Juga: Rupiah Depresiasi 2,85 Persen dalam Sebulan, Chatib Basri: Belum Signifikan
Menkeu juga mengamini pemerintah dan para ekonom, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia oftimis akan mampu kembali menyentuh angka 5% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada tahun 2023.
Meski dalam suasana global yang tidak pasti dan cenderung melambat, ekonomi Indonesia tetap bertahan dengan baik alias resilien. Utamanya, permintaan domestik menjadi penopang dan sebagai substitusi pelemahan eksternal.
Optimistisnya capaian ekonomi 2023 tersebut diproyeksi berlanjut dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,05% (year-to-date/ytd) pada kuartal III-2023, didukung oleh konsumsi dan investasi.
Adapun aktivitas konsumsi masyarakat yang masih kuat, didukung oleh tingkat inflasi yang relatif terkendali juga penurunan tingkat pengangguran serta peran APBN, secara aktif menjadi shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat sepanjang 2023.
Kalau dilihat, mulai kuartal pertama 2023 pun kinerja investasi terus mengalami tren penguatan, sejalan dengan percepatan penyelesaian proyek strategis nasional (PSN).
Bukti resilien lainnya adalah PMI manufaktur Indonesia yang terus konsisten pada zona ekspansif atau lebih dari 50 poin. Adapun, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi 2023 pada 5 Februari mendatang.
Dalam dokumen Bank Dunia Global Economic Prospect (GEP) yang terbit pada awal Januari 2024, estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 akan stabil di angka 5%, meskipun lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi 2022 yang mencapai 5,3% (yoy).
Sentimen Eksternal
Dari eksternal, para pedagang telah mengurangi kemungkinan bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga pada bulan Maret menjadi 48%, dari 89% pada bulan lalu, menurut FedWatch Tool dari CME Group, karena data tersebut memperkuat pandangan bahwa perekonomian AS tetap solid
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada hari Rabu dan investor akan fokus pada komentar Ketua Fed Jerome Powell, setelah ia mengindikasikan pada bulan Desember bahwa The Fed beralih ke siklus penurunan suku bunga.
Selian itu,Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya memperkirakan akan meminjam USD760 miliar pada kuartal pertama 2024, USD55 miliar lebih rendah dari perkiraan bulan Oktober.
"Investor juga mewaspadai meningkatnya risiko geopolitik setelah tiga anggota militer AS tewas dalam serangan pesawat tak berawak terhadap pasukan AS di timur laut Yordania dekat perbatasan Suriah," imbuhnya.
Di Eropa, Bank Sentral Eropa pada hari Kamis mempertahankan suku bunga pada rekor tertinggi 4% dan menegaskan kembali komitmennya untuk memerangi inflasi bahkan ketika waktu untuk mulai mengurangi biaya pinjaman semakin dekat.
Para pengambil kebijakan ECB yang berbicara pada hari Senin tidak setuju mengenai waktu pasti pemotongan suku bunga atau pemicu tindakan. Para pedagang sekarang sepenuhnya memperkirakan langkah yang akan diambil pada bulan April, dengan hampir 150 basis poin pelonggaran yang sudah diperkirakan untuk tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










