Hadiri Undangan Dubes Arab Saudi, Menkeu Cerita Alasan RI Jadi Pemegang Saham Terbesar Ketiga IsDB

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berbagi pengalamannya setelah menghadiri undangan dari Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia, H.E. Faisal bin Abdullah Al-Mudi.
Dalam pertemuan tersebut, Menkeu menceritakan hubungan kedua negara, termasuk soal keputusan Indonesia menjadi pemegang saham terbesar ketiga di Islamic Development Bank (IsDB) serta potensi peningkatan pembangunan di negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
"Saya juga menyampaikan keputusan Indonesia untuk menjadi pemegang saham terbesar ketiga pada @isdb_stories dan berbagai potensi untuk meningkatkan pembangunan negara - negara OIC," ungkapnya dalam akun IG pribadinya @smindrawati, Rabu (7/2/2024).
Baca Juga: Pemerintah Gandeng IsDB, Untuk Membangun Infrastruktur Jalan Trans South-South Tahap 2
Sebelumnya dalam Sidang Tahunan IsDB ke-48 tanggal 10-13 Mei 2023 di Jeddah, Arab Saudi, Dewan Gubernur Islamic Development Bank (IsDB) secara aklamasi memberikan persetujuan atas proposal kenaikan saham Indonesia di IsDB.
Dengan persetujuan tersebut, Indonesia menduduki peringkat pemegang saham IsDB terbesar ketiga setelah Arab Saudi dan Libya, dan berada di atas Iran, Nigeria, Qatar, Mesir, Kuwait, Uni Emirat Arab (UAE), dan Turki.
IsDB merupakan salah satu Bank Pembangunan Multilateral Islam yang membantu mengatasi krisis di negara-negara tertinggal dan berkembang atau dikenal juga dengan South-South Partnerships (SSPs), khususnya, pada masa pandemi Covid-19 dimana banyak negara berkembang mengalami kesulitan keuangan serius.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menceritakan, Indonesia memiliki sejarah panjang dalam memimpin dan memberikan kontribusi dalam SSPs. Dimulai tahun 1955 pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung, juga tahun 1961 saat Indonesia mengadakan Konferensi Gerakan Non-Blok yang kemudian berkembang menjadi SSPs.
"Meski hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi baru secara resmi terjalin pada 1 Mei 1950 (ditandai dengan pembukaan Perwakilan RI di Jeddah), hubungan antara kedua bangsa telah terjalin jauh lebih lama dan saling menorehkan catatan sejarah,” sambungnya.
DIsebutkan, peran Indonesia dalam membantu negara kurang berkembang juga dilakukan dengan mendirikan Lembaga Dana Kerjasama Pembangunan Internasional (LDKPI/Indonesia Aid) dan SDG-Indonesia One yang dikelola oleh PT Sarana Multi Infrastruktur. P
enggunaan dana campuran tersebut dapat ditujukan untuk berbagai program pembangunan, seperti pengentasan kemiskinan, perubahan iklim, ketahanan pangan, kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, dan agenda pembangunan strategis lainnya, yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menkeu menjelaskan, hingga saat ini, Indonesian AID mengelola dana abadi sebesar USD551,7 juta dan telah mengalokasikan dana tersebut untuk 23 negara penerima di berbagai wilayah di sektor kesehatan, pendidikan dan pertanian, juga dalam instrumen hibah dengan total USD7,5 juta. Untuk tahun 2023, Indonesia mengalokasikan USD17,2 juta antara lain melalui kerjasama dengan IsDB maupun dengan mitra pembangunan lainnya.
Di sela bincang dan santap malam bersama dubes H.E. Faisal bin Abdullah Al-Mudi di bilangan Menteng tersebut, pembahasan keduanya juga mencakup peningkatan kerja sama yang semakin penting dalam situasi geopolitik saat ini, serta intensifikasi kerjasama perdagangan, investasi, dan mobilitas masyarakat kedua negara.
"Percakapan kami semalam pun membahas peningkatan kerja sama dua negara yang makin penting dalam situasi geopolitik saat ini dan intensitas kerjasama perdagangan, investasi, serta mobilitas masyarakat kedua negara yang makin tinggi," ucap Sri Mulyani.
Sri Mulyani juga mengungkapkan terima kasih atas diskusi yang produktif, yang ditutup dengan santapan nasi mandhi yang menggugah selera. "Terima kasih Pak Faisal, sebuah diskusi yang produktif dan berisi. Ditutup dengan sepiring nasi mandhi yang begitu menggugah selera," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










