Rupiah Naik Lagi 50 Poin ke Rp15.654 Jelang Rilis Data Nonfarm Payroll AS Besok

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat lagi 50 poin ke level Rp15.654 pada perdagangan Kamis, 7 Maret 2024 jelang rilis data nonfarm payroll AS esok.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditopang sentimen eksternal dan internal.
Dari eksternal, Powell dalam kesaksiannya semalam mengatakan bahwa The Fed memang berniat menurunkan suku bunga pada tahun 2024, sebuah skenario yang menjadi pertanda baik bagi aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Rupiah Berbalik Nanjak 66 Poin ke Rp15.705
Namun Powell masih memberikan sedikit petunjuk mengenai waktu dan skala pemotongan yang direncanakan, dengan menyatakan bahwa jalur perekonomian dan inflasi AS kemungkinan besar akan menentukan pelonggaran moneter.
"Ketua Fed juga mengatakan bahwa bank sentral perlu lebih diyakinkan bahwa inflasi mendekati target tahunan 2 persen," ujar Ibrahim dikutip Kamis (7/3/2024).
Gagasan tersebut kemudian diperkuat oleh komentar dari Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, yang mengatakan bahwa ia tidak melihat lebih dari dua, atau bahkan satu kali penurunan suku bunga pada tahun ini.
Kashkari mengutip kekhawatiran atas inflasi yang kaku sebuah retorika yang disampaikan oleh beberapa pejabat Fed lainnya selama dua minggu terakhir.
Fokus pasar saat ini tertuju pada data utama nonfarm payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat, untuk mendapatkan lebih banyak isyarat mengenai pasar tenaga kerja, yang juga merupakan pertimbangan utama bagi The Fed dalam menyesuaikan suku bunganya.
Selain itu, China mencatat neraca perdagangan yang lebih besar dari perkiraan pada dua bulan pertama tahun 2024, dengan ekspor dan impor yang lebih kuat menandakan adanya pemulihan pada bisnis-bisnis yang banyak melakukan perdagangan di China.
Sentimen Internal Rupiah
Dari internal, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa (cadev) pada akhir Februari 2024 tetap pada posisi yang tinggi. Meski begitu, nilainya turun dari Januari 2024.Penurunan cadangan devisa ini sesuai dengan ekspektasi para analis.
Penurunan cadangan devisa ini dipengaruhi oleh potensi menyusutnya neraca perdagangan Indonesia, seiring berlanjutnya pelemahan permintaan global serta jatuh temponya salah satu obligasi valas, RI0224, pada pertengahan Februari. Tercatat, total nilai obligasi ini sebesar USD474 juta.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2024 sebesar USD144 miliar. Cadangan devisa menurun dibandingkan posisi akhir Januari 2024 yang sebesar USD145,1 miliar. Penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor dan mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Ke depan, pihaknya memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan sinergi respons bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








