Akurat
Pemprov Sumsel

Menkeu Paparkan Asumsi Makro 2025 di Paripurna, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,1-5,5 Persen

Silvia Nur Fajri | 20 Mei 2024, 15:53 WIB
Menkeu Paparkan Asumsi Makro 2025 di Paripurna, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,1-5,5 Persen

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) untuk tahun anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPR, sesuai dengan undang-undang keuangan negara. 

Menkeu menekankan pentingnya kebijakan fiskal sebagai bagian integral dari kebijakan makro, yang menjadi modal pembangunan nasional

"KEM PPKF adalah transisi di mana pemerintah saat ini dan DPR hari ini akan membahas untuk dilaksanakan bagi pemerintah dan DPR yang akan datang dalam situasi transmisi kami terus komunikasi sehingga semua hal-hal yang penting tetap bisa diwadahi dalam KEM PPKM," katanya di Jakarta, Senin (20/52024).

Selain itu, ia juga mencermati tantangan struktural, jangka panjang, menengah, dan jangka pendek yang dihadapi Indonesia.

Baca Juga: Menkeu Sebut Harga Komoditas Global Berdampak Langsung ke Ekonomi RI

"KEM PPKF APBN harus terus mampu merespon gejolak jangka pendek namun tetap menjaga agar konsisten dalam jangka menengah panjang," ujarnya.

Selanjutnya, Sri Mulyani juga memaparkan postur makro fiskal untuk tahun 2025, dengan pendapatan negara yang diperkirakan berkisar antara 12,14% hingga 12,36% dari PDB, belanja negara antara 14,59% hingga 15,8% dari PDB, dan defisit anggaran 2,45% hingga 2,82% dari PDB.

"Pembiayaan dijaga pruden, inovatif, dan sistemik terutama dalam situasi 'higher for longer'," katanya.

Lebih lanjut, ia juga mengumumkan alokasi dana untuk sejumlah sektor kunci, termasuk kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Selain itu, ia juga memberikan proyeksi makroekonomi untuk tahun depan.

Menurutnya, asumsi makro untuk tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil, dengan kisaran antara 5,1 hingga 5,5%. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berada di kisaran Rp15.300 hingga Rp16.000, sementara tingkat inflasi diproyeksikan berkisar antara 1,5 hingga 3,5%. Selanjutnya, harga minyak mentah diperkirakan berada di kisaran USD75 hingga USD85 per barel.

Menkeu menegaskan KEM PPKF 2025 mengusung tema akselerasi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan harapan menjaga kesinambungan konsistensi agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2025.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.