AKURAT.CO PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengajukan usulan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp500 miliar untuk tahun anggaran 2024. Usulan ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Pelni, Sri Handayani, dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Selasa (2/6/2024).
"Kami mengusulkan nilai PMN sebesar Rp500 miliar untuk pembelian satu unit kapal penumpang baru, guna menggantikan salah satu dari 12 kapal penumpang kami yang telah melewati umur teknisnya 30 tahun," jelas Sri Handayani.
Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil karena kondisi armada kapal yang semakin tua dapat meningkatkan risiko keselamatan dan efisiensi operasional. Dalam paparannya, Sri Handayani mengungkapkan bahwa 46% dari 26 kapal penumpang yang dimiliki PT Pelni sudah berusia di atas 30 tahun.
"Semakin bertambahnya umur teknis kapal tentu akan memberikan dampak risiko yang semakin meningkat pada aspek keselamatan, efisiensi, serta aspek operasional dan teknis," ujarnya.
Lebih lanjut, Sri Handayani menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam mendukung pengadaan kapal baru. "Sebagai negara kepulauan, pengangkutan penumpang melalui moda transportasi laut menjadi hal yang sangat penting dan harus terus dilaksanakan," katanya.
Ia menegaskan bahwa PT Pelni tidak mampu membiayai investasi penggantian alat produksi secara mandiri, sehingga diperlukan bantuan pemerintah. "Harga kapal penumpang yang kami usulkan mencapai Rp1,5 triliun per unit," tambahnya.
Kapal tersebut akan dilengkapi dengan teknologi mutakhir khususnya pada aspek keselamatan dan direncanakan untuk melayani rute-rute yang penuh oleh pemerintah. Serta, ia juga mengungkapkan beberapa manfaat dari penggantian kapal ini, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menjamin aksesibilitas dan konektivitas masyarakat antarpulau dan mengurangi disparitas harga antarpulau.
"Keberadaan kapal Pelni sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Indonesia Tengah dan Timur," tuturnya.
Sehingga, ia berharap dengan tambahan PMN ini, PT Pelni diharapkan dapat terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. "Dukungan pemerintah melalui skema PMN sangat diperlukan agar layanan transportasi laut dapat tetap berjalan dengan baik," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









