Akurat
Pemprov Sumsel

Takut Disanksi Balik, Asosiasi Otomotif Jerman Minta Komisi Eropa Tak Naikkan Tarif Kendaraan Listrik China

Demi Ermansyah | 4 Juli 2024, 15:35 WIB
Takut Disanksi Balik, Asosiasi Otomotif Jerman Minta Komisi Eropa Tak Naikkan Tarif Kendaraan Listrik China

AKURAT.CO Asosiasi otomotif VDA Jerman mendesak Komisi Eropa untuk membatalkan rencana tarif terhadap kendaraan listrik buatan China. Upaya ini untuk mempengaruhi negosiasi menjelang keputusan tarif mulai berlaku pada Kamis (4/7).

Diansir Reuters, Asosiasi tersebut menjelaskan bahwa pemberlakukan tarif hanya akan akan merugikan produsen mobil Eropa dan AS yang mengekspor dari China. Sebab ada risiko pembalasan dari China yang akan memberikan pukulan keras bagi industri Jerman mengingat tingginya volume ekspor ke China. 

Nilai ekspor mobil penumpang dari Jerman ke China tahun lalu naik tiga kali lipat nilai impor dari China. Sementara itu, nilai ekspor oleh pemasok komponen empat kali lipat dari nilai impor, menurut VDA.
 
Baca Juga: Eropa Bakal Naikkan Tarif Impor Mobil Listrik China

VDA menilai, seharusnya Komisi Eropa fokus pada pengamanan akses terhadap bahan mentah penting yang dikendalikan oleh China untuk industri kendaraan listrik Eropa, mengurangi hambatan terhadap akses pasar, dan menciptakan transparansi pada kebijakan perdagangan. "Tarif anti-subsidi bukanlah langkah yang memadai untuk memperkuat daya saing dan ketahanan Eropa dalam jangka panjang," kata VDA.

China dan Komisi Eropa telah melakukan negosiasi sejak pekan lalu mengenai pembatasan yang ingin dihapuskan oleh Beijing, dan menolak tuduhan subsidi yang tidak adil. Brussels mengharapkan China untuk menghadiri pembicaraan teknis yang berlangsung minggu ini dengan peta jalan untuk mengatasi subsidi yang merugikan pada industri kendaraan listriknya jika ingin ada hasil yang dinegosiasikan.

Produsen mobil China pada bulan lalu telah mendesak pemerintah untuk menaikkan tarif impor mobil berbahan bakar bensin dari Eropa sebagai pembalasan atas tarif tersebut. Pertemuan tertutup untuk membahas tanggapan tersebut dihadiri oleh perusahaan-perusahaan termasuk SAIC, BYD, BMW, Volkswagen dan divisi Porsche 911.

China menyumbang sekitar 30% dari penjualan produsen mobil Jerman. Di mana Jerman sejauh ini merupakan eksportir terbesar kendaraan bermesin 2,5 liter atau lebih dan telah mengirimkan barang senilai USD1,2 miliar ke China sejak awal tahun ini, menurut data bea cukai China.

Ekonom Jerman terbagi mengenai tarif, menurut survei Ifo yang diterbitkan pada hari Rabu. Sepertiga dari ekonom berpendapat pengenaan tarif adalah langkah yang tepat untuk melawan subsidi China. Sementara sepertiga lainnya lebih memilih tidak mengenakan tarif sama sekali karena takut akan perang dagang.
 
11% dari ekonom menyerukan tarif yang lebih rendah, sementara 6% menginginkan tarif yang lebih tinggi. "Berurusan dengan China merupakan sebuah tantangan," kata ekonom Ifo Niklas Potrafke dalam sebuah pernyataan.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.