Terimbas Sanksi Tarif, Harga Tesla Model 3 Buatan China Naik di Eropa
Demi Ermansyah | 11 Juli 2024, 12:27 WIB

AKURAT.CO Tesla baru-baru ini menaikkan harga mobil besutannya yakni Model 3 di beberapa negara Eropa, termasuk Jerman, Belanda, dan Spanyol hingga USD1.622. Usut punya usut kenaikan tersebut dilakukan Tesla pasca Uni Eropa kenakan tarif kepada kendaraan listrik yang diproduksi oleh China.
Seperti yang diketahui meski Tesla merupakan produsen mobil asal Amerika Serikat namun khusus untuk model 3 ternyata dibuat di Shanghai dan merupakan salah satu eksportir utama kendaraan listrik dari China, meskipun begitu Tesla nampaknya sudah memberikan info kenaikan tersebut pada bulan Juni lalu.
Dilansir Reuters, terhitung pada tanggal 4 Juli lalu Komisi Eropa mulai memberlakukan tarif untuk mengatasi banjir kendaraan listrik yang disubsidi dari China, meskipun China menolak keputusan tersebut.
Diketahui tarif sementara ini akan berlaku sampai Komisi Eropa memutuskan apakah akan menerapkan bea permanen di bulan November mrndatang dengan capaian tarif masuk hingga 37,6% tergantung pada produsen mobilnya.
Sebelumnya, Tesla dikabarkan sedang bekerja sama untuk penyelidikan Uni Eropa terkait kasus dikenakan tarif sebesar 20,8%. Namun, Tesla dikabarkan meminta perhitungan ulang tarif tersebut, menurut laporan dari Komisi Eropa.
Tak hanya Tesla saja, disebutkan bahwa produsen mobil asal Jerman, BMW juga meminta Komisi Eropa untuk mengurangi tarif kepada mobil listrik Mini yang diproduksi di China, yang saat ini dikenakan tarif tertinggi sebesar 20,8%.
Kebijakan tarif tersebut tentunya menambah tantangan bagi produsen mobil yang mengandalkan impor dari China sekaligus menunjukkan bagaimana regulasi perdagangan internasional dapat mempengaruhi harga dan strategi bisnis perusahaan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







