Dampak Dedolarisasi ASEAN Terhadap Perekonomian Thailand

AKURAT.CO ASEAN tengah berupaya aktif untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Langkah ini mendorong negara-negara anggota untuk merancang sistem mata uang baru yang dapat bersaing dengan dominasi dolar AS.
Thailand, yang memiliki ekonomi yang sangat bergantung pada ekspor, sangat mengandalkan dolar AS dalam perdagangan internasionalnya. Dengan keputusan ASEAN untuk meninggalkan dolar, Thailand mungkin menghadapi komplikasi perdagangan yang signifikan.
"Jika negara-negara ASEAN meninggalkan dolar, Thailand bisa menghadapi masalah serius dalam perdagangan internasional," ujar Ekonom Amerika, Steve Hanke di X dilansir WatcherGuru, di kutip Sabtu (24/8/2024).
Thailand telah mengungkapkan niatnya untuk mengurangi ketergantungan pada dolar, terutama dalam perdagangan regional. Namun, langkah tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius dalam jangka panjang, termasuk risiko melemahnya nilai baht Thailand. Jika mata uang Thailand melemah, ekspor negara ini mungkin menjadi lebih kompetitif.
Baca Juga: BRICS Pay dan Dedolarisasi
Sebaliknya, ekonomi Thailand yang menurun dapat mempengaruhi aliran investasi asing dan merusak reputasinya secara global. "Dalam skenario terburuk, Thailand bisa berjuang sendirian, menyebabkan keretakan dalam perdagangan internasional," tambah analis tersebut.
Sementara itu, ASEAN terus memperkuat penggunaan mata uang lokal untuk transaksi internasional. Negara-negara seperti Indonesia, China, Jepang, Thailand, dan Malaysia telah sepakat untuk menggunakan local currency settlement (LCS) sebagai alternatif dolar.
“Bank Indonesia mendorong penggunaan local currency settlement (LCS) dalam pembayaran internasional sebagai pengganti USD. Lebih banyak negara akan mengikuti, menyebabkan kerusakan tambahan pada posisi dolar AS,” jelas Ekonom Amerika Steve Hanke.
Keprihatinan ASEAN terhadap dolar AS meningkat, terutama terkait lonjakan utang AS yang mengancam posisi mata uang tersebut sebagai mata uang utama dunia. Perkembangan ini memaksa negara-negara untuk mencari alternatif guna melindungi diri dari potensi krisis ekonomi.
ASEAN kini berlomba-lomba menciptakan sistem mata uang terpadu yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan meningkatkan prestise internasional blok ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








