AKURAT.CO Pemerintah tengah menggodok skema diskon natal dan tahun baru atau nataru 2026 demi menjaga daya beli dan pertumbuhan ekonomi 2025 secara keseluruhan.
Lewat Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) di bawah Kemenko Perekonomian, pemerintah mengoordinasikan realisasi salah satu program prioritas ini.
Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memasukan sejumlah usulan kebijakan stimulus untuk memudahkan perjalanan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kebijakan ini meliputi insentif hingga diskon tarif transportasi umum.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan, kebijakan angkutan Nataru 2025/2026 akan diberlakukan seperti halnya angkutan lebaran 2025.
"Kalau di Nataru tahun sebelumnya tidak ada keringanan pajak, untuk Nataru tahun ini salah satu usulannya ada keringanan pajak, sama dengan yang diberlakukan saat lebaran," ujar Menhub Dudy.
Berdasarkan Rapat Koordinasi Terbatas Finalisasi Paket Kebijakan Ekonomi tentang Stimulus Pendorong Pertumbuhan Ekonomi di Kemenko Perekonomian yang diselenggarakan sebelumnya, Rabu (1/10/2025), paket stimulus diskon transportasi pada periode Nataru 2025/2026 meliputi diskon pesawat udara, kereta api, kapal laut, dan kapal penyeberangan.
Baca Juga: Jelang Nataru 2026, Kementerian PU Kebut Penanganan Longsor Ruas Medan–Berastagi
Untuk menurunkan tarif angkutan Udara pada Nataru 2025/2026, pemerintah bersama dengan operator akan memberikan sejumlah insentif, termasuk pemberian PPN untuk tiket pesawat ekonomi, diskon fuel surcharge, pemotongan PJP2U dan PJP4U, layanan advance dan extend serta operating hours yang lebih panjang serta penurunan harga avtur pada 37 bandara.
Diskon tarif pesawat udara diberlakukan pada periode pembelian tiket 22 Oktober 2025 - 10 Januari 2026, dengan periode penerbangan 22 Desember 2025 - 10 Januari 2026. Untuk tiket kereta api, diskon tarif akan diterapkan mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dengan besaran diskon 30% dari Harga tiket normal.
Selanjutnya, diskon angkutan laut berlaku sejak 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dengan besaran diskon 20% tarif normal. Sedangkan untuk angkutan penyeberangan, operator akan menghapus jasa pelayanan pelabuhan pada kelas reguler dan menurunkan harga tiket eksekutif menjadi seharga tiket reguler pada periode perjalanan 22 Desember 2025 - 10 Januari 2026.
Kemenhub bersama dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan akan segera menyusun mekanisme pelaksanaan insentif ini, sedangkan operator menyiapkan sosialisasi diskon lebih awal.
"Hal ini masih dalam tahap pematangan dan harapan kami akan bisa segera diumumkan supaya masyarakat bisa lebih awal mengetahui rencana stimulus ini," lanjut Menhub Dudy.
Tambahan informasi, selain menyiapkan diskon tarif, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan pro pertumbuhan lainnya seperti Program Paket Ekonomi 8+4+5, Program Stimulus Ekonomi 2025 seperti lanjutan insentif fiskal, dan Program Debottlenecking yang berfokus pada penanganan hambatan non-tariff barrier dan isu sektoral per komoditas.
Kemenko Perekonomian juga turut mendorong pelaksanaan Program Pemagangan Nasional dengan target 100.000 peserta untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja muda sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









