AKURAT.CO Sektor manufaktur Indonesia terus mengalami kontraksi selama tiga bulan berturut-turut, seperti tercermin dalam laporan Purchasing Managers' Index (PMI) pada September 2024.
Menurut ekonom dari Bright Institute, Awalil Rizky, salah satu penyebab utama dari penurunan ini adalah melemahnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun pasar internasional. Dalam beberapa kuartal terakhir, permintaan domestik yang kuat membantu menjaga PMI di zona ekspansi, namun situasi kini telah berubah.
"Kita dulu terbantu dengan permintaan ekspor dan domestik yang kuat, tapi sekarang keduanya melemah. Sampai akhir tahun ini, ekspor tampaknya stagnan, dan permintaan dalam negeri juga turun, menyebabkan PMI terkontraksi," jelas Awalil dalam sebuah diskusi virtual pada Selasa (1/10/2024).
Baca Juga: Intervensi Kebijakan Fiskal dan Moneter Diperlukan Untuk Pulihkan Sektor Manufaktur
Penurunan daya beli domestik, yang dipicu oleh perlambatan ekonomi global, telah mengurangi konsumsi produk manufaktur di pasar lokal. "Bahkan di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global, seperti perang dagang dan krisis energi, memperburuk permintaan ekspor dari pasar utama seperti China dan Eropa," paparnya kembali.
Oleh karena itu, tambahnya, kondisi ini menyebabkan sektor manufaktur Indonesia tidak hanya tertekan dari dalam negeri, tetapi juga dari luar.
Sebagai informasi, purchasing Managers' Index (PMI) untuk bulan September tercatat sebesar 49,2, sedikit naik dari Agustus sebesae 48,9. Namun masih berada di bawah ambang batas 50 yang menandakan kontraksi.
"Oleh karena itu, jika tidak ada peningkatan permintaan signifikan dalam beberapa bulan ke depan, prospek pemulihan sektor manufaktur tetap akan sulit," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







