Keberlanjutan Atau Terobosan Kebijakan? Plus Minus Kabinet Gemoy Prabowo
Hefriday | 18 Oktober 2024, 16:30 WIB

AKURAT.CO Kabinet gemoy Prabowo-Gibran dihadapkan pada tantangan menyeimbangkan keberlanjutan dan terobosan kebijakan baru.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti. Menurut Esther, komposisi kabinet yang didominasi oleh politisi memiliki sisi positif dan negatif.
Dari sisi positif, ia menyebut bahwa kabinet ini mungkin bertujuan untuk menjaga kesinambungan program-program ekonomi yang sudah berjalan selama periode pemerintahan sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk menciptakan sustainability dalam kebijakan ekonomi yang sudah ada.
Namun, di sisi lain, komposisi ini dinilai memiliki kelemahan. Esther menyoroti bahwa keberlanjutan program belum tentu menghasilkan terobosan kebijakan baru, terutama dalam menghadapi masalah yang sama di sektor ekonomi.
Ini menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Jokowi-Prabowo, terutama dengan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
"Negatifnya, belum tentu ada terobosan kebijakan baru untuk problem yang sama," ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Jumat (18/10/2024).
Lebih lanjut, Esther menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi hanya bisa tercapai jika mesin pendorongnya tidak hanya berasal dari konsumsi domestik, tetapi juga dari investasi dan ekspor yang meningkat.
"Target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai jika mesin pendorong pertumbuhan ekonomi bukan hanya dari konsumsi, tapi juga harus dari investasi dan ekspor yang meningkat," jelasnya.
Dengan latar belakang ini, pertanyaan mengenai kebutuhan untuk merombak posisi-posisi tertentu dalam kabinet ekonomi menjadi relevan.
Meskipun keberlanjutan program dianggap penting, kemampuan kabinet dalam menciptakan kebijakan-kebijakan inovatif dan adaptif untuk menghadapi tantangan global, seperti ketidakpastian ekonomi dunia dan perubahan iklim, sangat krusial.
Tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini membutuhkan perpaduan antara kesinambungan program dan terobosan kebijakan yang segar.
Tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini membutuhkan perpaduan antara kesinambungan program dan terobosan kebijakan yang segar.
Pemerintahan Jokowi-Prabowo perlu mempertimbangkan bagaimana menjaga keseimbangan tersebut, sehingga tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








