Pesan Ekonom ke Menteri Ekonomi di KMP: Hindari Ego Sektoral dan Tumpang Tindih Tupoksi

AKURAT.CO Sejumlah ekonom merasa khawatir terkait efisiensi dalam Kabinet Merah Putih (KMP) yang tergolong lebih gemuk dari biasanya.
Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, kabinet dengan jumlah kementerian yang besar berpotensi menghadirkan tantangan koordinasi dan tumpang tindih tugas pokok dan fungsi (tupoksi) antar kementerian.
Esther menegaskan bahwa potensi tumpang tindih tupoksi antara kementerian koordinator (kemenko) dan kementerian lainnya sangat mungkin terjadi.
"Kemungkinan tumpang tindih tupoksi antar kemenko dan kementerian lain ada, belum lagi problem koordinasi dan ego kementerian," ujar Esther saat dihubungi Akurat.co, Rabu (23/10/2024).
Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, KMP Jangan Ulang Kegagalan Surplus Infrastruktur Jokowi
Tantangan ini semakin nyata dengan adanya pembentukan kementerian atau lembaga baru. Esther menyoroti bahwa problem kelembagaan sering kali muncul pada awal pembentukan kementerian atau lembaga negara yang baru.
Esther juga mengingatkan agar belanja rutin yang terlalu besar akibat gemuknya kabinet tidak sampai membebani anggaran belanja negara. Dengan jumlah kementerian yang banyak, pengeluaran untuk belanja rutin, seperti gaji pegawai, fasilitas, dan operasional kementerian, berpotensi membengkak, yang pada akhirnya dapat membebani APBN.
Seiring dengan langkah Presiden Prabowo menempatkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di bawah koordinasi langsung Presiden, muncul pertanyaan mengenai efektivitas langkah ini dalam mempercepat kemajuan ekonomi Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










