Trump Menang, Dana Asing Rp10,23 Triliun Kabur dari RI Selama Sepekan

AKURAT.CO Dana asing (nonresiden) Rp10,23 triliun tercatat keluar (capital outflow) dari pasar Indonesia, berdasarkan data setelmen BI periode 4-7 November 2024.
Penjualan neto ini terdiri dari jual neto di pasar saham sebesar Rp2,29 triliun, di pasar SBN sebesar Rp4,66 triliun, serta di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp3,28 triliun.
Meski demikian, secara keseluruhan selama tahun 2024 Indonesia masih menikmati aliran modal masuk yang signifikan.
Berdasarkan data setelmen hingga 4 November 2024, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp38,51 triliun di pasar saham, Rp38,86 triliun di pasar SBN, dan Rp192,99 triliun di SRBI.
Khusus semester II-2024, tercatat nonresiden melakukan pembelian neto sebesar Rp38,17 triliun di pasar saham, Rp72,82 triliun di pasar SBN, dan Rp62,65 triliun di SRBI.
Baca Juga: Dana Asing Rp4,86 Triliun Kabur dari RI dalam Sepekan
Sementara itu, pda akhir perdagangan hari Kamis, 7 November 2024, nilai tukar Rupiah ditutup pada level Rp15.730 per dolar AS, dengan indeks DXY atau pengukur nilai dolar AS terhadap mata uang utama dunia yang mencapai level 104,51.
Penguatan dolar ini menunjukkan peningkatan daya tarik aset AS, sehingga berpotensi memberikan tekanan bagi nilai tukar Rupiah.
Yield SBN 10 tahun, yang menjadi acuan untuk memantau risiko investasi di Indonesia, turut mencatatkan kenaikan hingga 6,75% pada penutupan perdagangan Kamis.
Kenaikan yield tersebut mengindikasikan adanya peningkatan persepsi risiko di pasar obligasi Indonesia, meskipun Yield US Treasury Note 10 tahun yang menjadi acuan global tercatat menurun ke level 4,326%. Penurunan yield UST ini mengindikasikan meningkatnya permintaan terhadap obligasi AS sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pada pagi hari Jumat, 8 November 2024, nilai tukar Rupiah menunjukkan penguatan dengan dibuka pada level Rp15.605 per dolar AS. Penguatan ini diiringi dengan penurunan yield SBN 10 tahun ke level 6,66%, memberikan sinyal positif dari upaya stabilisasi yang dilakukan oleh BI.
Untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait.
Selain itu, BI juga mengoptimalkan strategi bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran agar mampu meredam dampak volatilitas eksternal terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






