Pemerintah Belum Matangkan Skema Subsidi BBM dan Listrik Tepat Sasaran
Hefriday | 13 November 2024, 23:31 WIB

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah hingga kini belum memutuskan skema definitif untuk penyaluran subsidi BBM dan listrik yang lebih tepat sasaran.
Meski berbagai opsi telah disiapkan, Bahlil menyebut belum ada keputusan final terkait skema yang akan diterapkan. Hal ini diungkapkan usai rapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta pada Rabu (13/11/2024).
“Sampai sekarang belum final opsi mana yang bakal dipakai,” ujar Bahlil, yang menyebut pemerintah masih dalam tahap evaluasi terhadap beberapa skema yang dinilai mampu memperbaiki mekanisme distribusi subsidi.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan subsidi energi, baik BBM maupun listrik, sampai ke masyarakat yang paling membutuhkan.
Pemerintah mempertimbangkan tiga opsi penyaluran subsidi energi yang dirancang untuk meningkatkan ketepatan sasaran.
Pemerintah mempertimbangkan tiga opsi penyaluran subsidi energi yang dirancang untuk meningkatkan ketepatan sasaran.
Pertama, melalui skema bantuan langsung tunai (BLT) yang akan diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Kedua, opsi skema campuran atau blending, yang merupakan kombinasi antara penurunan harga barang dengan pemberian BLT. Ketiga, meningkatkan subsidi langsung pada barang yang saat ini masih dalam pembahasan lebih lanjut.
“Kenapa harus tepat sasaran? Karena selama ini pandangan kita, sebagian subsidi ini belum sampai pada masyarakat atau saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” jelas Bahlil.
“Kenapa harus tepat sasaran? Karena selama ini pandangan kita, sebagian subsidi ini belum sampai pada masyarakat atau saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” jelas Bahlil.
Menurutnya, penyaluran subsidi selama ini seringkali kurang efektif dan tidak terfokus pada kelompok yang seharusnya menjadi penerima utama.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa berbagai pihak terkait, termasuk Pertamina, Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, dan PLN, tengah dilibatkan dalam proses penyusunan formula penyaluran subsidi. Kajian mendalam dilakukan guna meminimalisir potensi ketidaktepatan dalam alokasi subsidi di lapangan.
Menteri Bahlil juga mengungkapkan, formula subsidi energi ini akan diumumkan setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo. “Makanya semua alternatif kita lagi buat. Nanti kami akan umumkan setelah kami mendapat persetujuan dari pimpinan,” ujar Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil telah menyatakan bahwa format penyaluran subsidi energi yang lebih tepat sasaran ini diharapkan bisa dirampungkan dalam waktu satu minggu. Pernyataan ini disampaikannya pada Senin (4/11/2024), dengan harapan seluruh kajian selesai sesuai jadwal untuk kemudian dilaporkan kepada Presiden.
Bahlil menjelaskan, penyesuaian pada subsidi energi ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan penerimaan subsidi. Subsidi yang selama ini dinikmati oleh golongan yang mampu diharapkan akan beralih kepada masyarakat berpendapatan rendah. Pemerintah menginginkan subsidi tepat guna yang mampu meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.
Di sisi lain, Bahlil juga menekankan bahwa keputusan yang diambil akan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap perekonomian dan kondisi sosial masyarakat. Keputusan terkait subsidi BBM dan listrik ini diharapkan bisa membawa perubahan positif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa berbagai pihak terkait, termasuk Pertamina, Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, dan PLN, tengah dilibatkan dalam proses penyusunan formula penyaluran subsidi. Kajian mendalam dilakukan guna meminimalisir potensi ketidaktepatan dalam alokasi subsidi di lapangan.
Menteri Bahlil juga mengungkapkan, formula subsidi energi ini akan diumumkan setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo. “Makanya semua alternatif kita lagi buat. Nanti kami akan umumkan setelah kami mendapat persetujuan dari pimpinan,” ujar Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil telah menyatakan bahwa format penyaluran subsidi energi yang lebih tepat sasaran ini diharapkan bisa dirampungkan dalam waktu satu minggu. Pernyataan ini disampaikannya pada Senin (4/11/2024), dengan harapan seluruh kajian selesai sesuai jadwal untuk kemudian dilaporkan kepada Presiden.
Bahlil menjelaskan, penyesuaian pada subsidi energi ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan penerimaan subsidi. Subsidi yang selama ini dinikmati oleh golongan yang mampu diharapkan akan beralih kepada masyarakat berpendapatan rendah. Pemerintah menginginkan subsidi tepat guna yang mampu meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.
Di sisi lain, Bahlil juga menekankan bahwa keputusan yang diambil akan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap perekonomian dan kondisi sosial masyarakat. Keputusan terkait subsidi BBM dan listrik ini diharapkan bisa membawa perubahan positif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






