AS Umumkan Pembatasan Ekspor Baru, Tahan Distribusi Semikonduktor ke China

AKURAT.CO Amerika Serikat mengumumkan pembatasan ekspor baru pada hari Senin (2/12) yang menarget kemampuan China untuk membuat semikonduktor canggih. Pembatasan tersebut memicu kecaman segera dari Beijing ketika persaingan semakin ketat antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.
Langkah ini meningkatkan upaya AS untuk memperketat pembatasan ekspor cip canggih ke China, yang bertujuan menghambat kemampuan negara tersebut membuat cip yang dapat digunakan dalam sistem senjata canggih dan kecerdasan buatan.
Pengumuman ini disampaikan beberapa minggu sebelum Presiden terpilih Donald Trump kembali ke Gedung Putih, di mana ia diperkirakan akan memperkuat sikap agresif Washington terhadap China.
"Amerika Serikat telah mengambil langkah signifikan untuk melindungi teknologi kita agar tidak digunakan oleh musuh dengan cara yang mengancam keamanan nasional kita," kata Penasihat Keamanan Nasional, Jake Sullivan melalui lansiran VoA, Selasa (3/12/2024).
"Washington akan terus bekerja sama dengan sekutu-sekutu dan mitra-mitranya untuk secara proaktif dan agresif menjaga teknologi dan pengetahuan kita yang terdepan di dunia sehingga tidak digunakan untuk mengganggu keamanan nasional kita," imbuh Sullivan.
Baca Juga: Perang Dagang Kembali Memanas, Siapkah China Hadapi AS?
Aturan terbaru AS mencakup pembatasan ekspor ke 140 perusahaan, termasuk dua perusahaan cip China Piotech dan SiCarrier Technology. Hal ini juga berdampak pada Naura Technology Group, yang membuat peralatan produksi cip, menurut Departemen Perdagangan. Lainnya termasuk entitas di Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.
Aturan baru AS juga mencakup kontrol terhadap lebih dari 20 jenis peralatan pembuat cip dan tiga jenis perangkat lunak untuk mengembangkan atau memproduksi semikonduktor.
“Kami terus-menerus berbicara dengan sekutu-sekutu dan mitra-mitra kami serta mengevaluasi kembali dan memperbarui kontrol kami,” kata Wakil Menteri Perdagangan bidang industri dan keamanan Alan Estevez.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








