Belum Temui Benang Merah, China Perpanjang Investigasi Antidumping Brendi Eropa

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan China kembali memanaskan hubungan dagang dengan Uni Eropa. Dimana mereka memutuskan untuk memperpanjang investigasi anti dumping terhadap brendi asal Uni Eropa hingga 5 April mendatang.
Dilansir Reuters, Jumat (27/12/2024), investigasi ini sebenarnya sudah dimulai sejak 5 Januari lalu dan dijadwalkan selesai dalam setahun. Tapi, menurut aturan, perpanjangan hingga enam bulan bisa dilakukan jika ada kondisi khusus. Kali ini, China memilih tambahan waktu tiga bulan untuk menyelami lebih dalam isu ini.
Masalahnya, kebijakan ini dianggap menargetkan merek-merek besar asal Prancis seperti Hennessy dan Remy Martin. Bahkan Presiden Prancis Emmanuel Macron terang-terangan menyebut langkah China sebagai "balasan murni" atas dukungan Uni Eropa terhadap tarif kendaraan listrik asal China.
Baca Juga: Tantangan Obligasi Khusus China, Sulitnya Mencari Proyek Infrastruktur Yang Menguntungkan
Dampaknya, biaya impor brendi dari Uni Eropa langsung melonjak. Importir China kini harus merogoh kocek ekstra berupa jaminan hampir 40% untuk setiap pengiriman brendi. Tak hanya itu saja, kebijakan ini membuat perdagangan brendi yang tahun lalu mencapai angka fantastis USD1,7 miliar jadi kian sulit.
Kementerian Perdagangan Prancis pun langsung bereaksi, menyebut tindakan China sebagai sesuatu yang tidak masuk akal dan melanggar prinsip perdagangan bebas. Uni Eropa bahkan sudah melaporkan kebijakan ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Sebagai Informasi, sebelumnya para pengamat dagang internasional menilai, langkah China tidak sekadar soal perdagangan, tetapi juga bagian dari strategi geopolitik. Dukungan Uni Eropa terhadap tarif kendaraan listrik China dianggap sebagai pemicu utama.
Dengan membidik industri brendi yang menjadi salah satu kebanggaan Prancis, China mengirimkan pesan kuat bahwa mereka tidak segan untuk membalas kebijakan yang dianggap merugikan.
Namun, langkah ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, China berupaya melindungi industri dalam negeri dan menunjukkan kekuatan dalam negosiasi dagang. Di sisi lain, kebijakan ini dapat memperburuk hubungan dengan Uni Eropa, salah satu mitra dagang terbesar mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









