Sri Mulyani: Kebijakan Bank Sentral AS Pengaruhi Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyatakan, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi ketidakpastian pasar keuangan global.
Menurutnya, kebijakan tarif yang diterapkan oleh AS memberikan dampak signifikan terhadap proses disinflasi atau penurunan inflasi, sehingga inflasi di negara tersebut diperkirakan tetap berada pada level tinggi.
"Di Amerika Serikat, kebijakan tarif yang diterapkan menahan laju disinflasi. Ini membuat inflasi tetap kuat dan memengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve. Ekspektasi untuk penurunan suku bunga menjadi lebih terbatas," jelas Sri Mulyani dalam keterangannya, Sabtu (25/1/2025).
Menkeu juga menyoroti arah kebijakan fiskal AS yang cenderung ekspansif. Hal ini, menurutnya, turut mendorong imbal hasil (yield) US Treasury tetap tinggi, baik untuk tenor jangka pendek maupun panjang.
Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin 2025: BTC Diproyeksikan Tembus USD200.000 di Tengah Optimisme Pasar
"Dengan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif, yield dari US Treasury dipertahankan tinggi, sehingga memengaruhi dinamika pasar keuangan global," ungkap Sri Mulyani.
Selain itu, ia mencatat, ketegangan geopolitik global yang meningkat semakin memperbesar preferensi investor terhadap aset keuangan AS. Hal ini berdampak pada penguatan Indeks Dolar AS (DXY), yang berada dalam tren naik.
"Indeks Dolar AS yang terus meningkat menambah tekanan pada mata uang dunia lainnya, termasuk mata uang negara berkembang," imbuhnya.
Sri Mulyani menekankan, kondisi ini menjadi tantangan besar bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, dalam menjaga stabilitas nilai tukar mata uang dan mengelola dampak kebijakan global terhadap perekonomian domestik.
Menkeu mengakhiri keterangannya dengan menegaskan pentingnya koordinasi kebijakan domestik untuk menghadapi tantangan global ini.
"Kita perlu terus memperkuat kebijakan fiskal dan moneter domestik untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global," pungkasnya.
Baca Juga: Lonjakan Kendaraan Meninggalkan Jabotabek di H-3 Libur Panjang Imlek dan Isra Mikraj 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










