Menkeu Scott Bessent Minta Warga AS Tak Khawatirkan Keamanan Data Pajak
Demi Ermansyah | 20 Februari 2025, 19:27 WIB

AKURAT.CO Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, baru-baru ini mencoba meyakinkan para wajib pajak bahwa data pribadi mereka aman.
Langkah ini menyusul tim Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dipimpin Elon Musk berusaha mengakses berbagai informasi keuangan untuk meningkatkan efisiensi pemerintahan.
Dikutip dari Reuters, Kamis (20/2/2025), Bessent menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu cemas. Dirinya juga mengklaim bahwa DOGE telah menghemat sekitar USD50 miliar atau sekitar Rp533,19 triliun sejak mulai beroperasi. "Ini awal yang sangat baik," ucapnya.
Meskipun begitu, tim DOGE sedang berusaha mendapatkan akses ke data pajak, meskipun hingga saat ini belum berhasil, langkah tersebut memicu kekhawatiran sejumlah pihak, terutama dari Partai Demokrat yang menilai bahwa akses terhadap informasi pribadi wajib pajak bisa menjadi masalah serius.
Tak berselang lama, Anggota parlemen dari Partai Demokrat mempertanyakan transparansi Bessent terkait aktivitas tim DOGE dalam sistem keuangan AS. Mereka menilai bahwa pemerintah tidak cukup terbuka mengenai sejauh mana akses yang telah diberikan kepada tim tersebut.
Bahkan, para jaksa agung dari 19 negara bagian serta tiga serikat pekerja telah mengajukan gugatan hukum untuk membatasi akses DOGE ke sistem sensitif ini.
Kekhawatiran semakin meningkat setelah Departemen Keuangan AS baru-baru ini memberikan akses kepada DOGE ke sistem pembayaran pemerintah. Langkah ini bahkan membuat seorang pejabat senior yang menolak kebijakan tersebut akhirnya memilih untuk mengundurkan diri.
Meski mendapat banyak kritik, Bessent tetap bersikeras bahwa langkah yang diambil oleh tim DOGE tidak berbahaya.
Bahkan, para jaksa agung dari 19 negara bagian serta tiga serikat pekerja telah mengajukan gugatan hukum untuk membatasi akses DOGE ke sistem sensitif ini.
Kekhawatiran semakin meningkat setelah Departemen Keuangan AS baru-baru ini memberikan akses kepada DOGE ke sistem pembayaran pemerintah. Langkah ini bahkan membuat seorang pejabat senior yang menolak kebijakan tersebut akhirnya memilih untuk mengundurkan diri.
Meski mendapat banyak kritik, Bessent tetap bersikeras bahwa langkah yang diambil oleh tim DOGE tidak berbahaya.
Ia menjelaskan bahwa hanya ada satu pegawai di Internal Revenue Service (IRS) yang sekadar meninjau sistem TI lama, sementara dua pegawai di Departemen Keuangan hanya memiliki akses terbatas ke sistem pembayaran. "Mereka hanya bisa membaca, tidak bisa mengubah apa pun," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









