Akurat
Pemprov Sumsel

Menelaah Tekanan Trump Terhadap Ukraina, Antara Kesepakatan Dagang atau Diplomasi Perang

Demi Ermansyah | 9 Maret 2025, 04:05 WIB
Menelaah Tekanan Trump Terhadap Ukraina, Antara Kesepakatan Dagang atau Diplomasi Perang

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali menjadi pusat perbincangan dunia pasca dirinya disebut-sebut mengkaitkan kesepakatan perdagangan mineral dengan Ukraina dengan tuntutan gencatan senjata antara Kyiv dan Moskow.

Dimana sejumlah pejabat Eropa yang mengetahui perkembangan tersebut mengungkapkan bahwa kesepakatan ini masih tertunda karena syarat tambahan yang diajukan Trump.

Mengutip dari laman New York Times Washington sebenarnya telah memberikan sinyal positif terhadap perjanjian terkait sumber daya alam.

Namun, Trump lagi-lagi kembali menuntut adanya komitmen nyata dari Ukraina untuk menghentikan pertempuran dan membuka jalur negosiasi dengan Rusia.

“Saya pikir Ukraina ingin mencapai kesepakatan karena mereka tidak punya pilihan. Terlebih lagi, saya juga yakin Rusia ingin mencapai kesepakatan tentunya dengan metode yang berbeda pula, intinya yang hanya saya ketahui mereka (berdua) juga tidak punya pilihan lain," ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

Namun, hingga kini belum ada kejelasan apakah Moskow bersedia menerima gencatan senjata yang diusulkan Trump.

Baca Juga: Inggris dan Prancis Susun Rencana Perdamaian untuk Ukraina, Siap Libatkan AS

Kesepakatan yang Tertunda

Sumber dari pejabat Eropa menyatakan bahwa perundingan bisa mengalami kemajuan dalam pertemuan antara pejabat Ukraina dan AS di Arab Saudi pekan depan.

Namun, ada kekhawatiran bahwa Trump bisa sewaktu-waktu mengubah posisinya, mengingat rekam jejaknya yang kerap membuat keputusan secara tidak terduga.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin Eropa di Brussel, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengajukan rencana perdamaian bertahap, termasuk penghentian serangan udara dan laut.

Namun, langkah tersebut belum cukup untuk memenuhi tuntutan Washington akan penghentian total pertempuran.

Sedangkan disisi lain, langkah AS yang menekan Ukraina untuk bernegosiasi justru dinilai menguntungkan bagi Rusia.

Baca Juga: Pasca Kena Tolak AS, Ukraina Dapat Bantuan IMF Sebesar USD15,5 Miliar

Oleh karena itu, tak sedikit dari para pejabat Eropa khawatir bahwa kebijakan tersebut pada akhirnya hanya akan memaksa Kyiv menerima kesepakatan yang menguntungkan Moskow tanpa ada jaminan keamanan bagi Ukraina.

Sejumlah analis menilai bahwa pendekatan Trump lebih mengutamakan kepentingan ekonomi AS dibanding keamanan jangka panjang Ukraina.

Apalagi, keputusan Washington untuk menghentikan bantuan militer dan intelijen ke Kyiv semakin memperlemah posisi Ukraina dalam negosiasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.