Perang Dagang Kembali Pecah! China Siap Lakukan Strategi Ini

AKURAT.CO Perang dagang antara China dan Amerika Serikat berpotensi kembali memanas pasca Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan mengumumkan tarif baru bagi mitra dagangnya bulan depan.
Perdana Menteri China, Li Qiang, menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi guncangan yang melampaui ekspektasi dan akan terus menjaga stabilitas ekonomi mereka.
“Ketidakstabilan dan ketidakpastian sedang meningkat, oleh karena itu setiap negara wajib untuk lebih terbuka dalam sektor perdagangan dalam rangka menghadapi tantangan global yang diluar ekspektasi saat ini," ujar Li saat berbicara di Forum Pembangunan China di Beijing, dikutip dari laman bloomberg.
Baca Juga: Kala AS Bikin Kacau Stabilitas Ekonomi, Akankah China Hadir Sebagai Kekuatan Stabil?
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kebijakan proteksionisme yang semakin ketat dari AS telah berdampak pada perdagangan China.
Mengacu kepada hasil data terbaru Biro Statistik China menunjukkan bahwa pembelian kapas, mobil bermesin besar, dan beberapa produk energi dari AS oleh China turun drastis dalam dua bulan pertama tahun ini, seiring dengan tarif balasan yang diberlakukan oleh Beijing.
Oleh karena itu, lanjut Li, China akan menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius, yakni sekitar 5% untuk tahun 2025.
"Namun, apabila tarif baru dari AS mulai berlaku, maka kami, harus mengeluarkan stimulus besar untuk menjaga pertumbuhan tetap sesuai target," paparnya.
Baca Juga: Hiraukan Tekanan Tarif AS, Aktivitas Manufaktur China Kembali Tumbuh
Selain itu, defisit fiskal China juga telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade terakhir, menunjukkan bahwa pemerintah harus lebih berhati-hati dalam menghadapi tekanan ekonomi eksternal.
"Sampai saat ini kami selalu mencoba meyakinkan para negara-negara mitra dagang China, sebagai pusat stabilitas di tengah ketidakpastian global. Dengan menggandeng perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Qualcomm, Pfizer, dan Saudi Aramco di Forum Pembangunan China, kami berharap dapat menghidupkan kembali kepercayaan investor asing," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








