Trump vs Venezuela: Tarif Baru, Sanksi Ketat, Siapa yang Kena?

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan adanya penambahan kebijakan tarif 25% terhadap negara-negara mana pun yang membeli minyak dari Venezuela. Langkah tersebut tidak hanya berdampak kepada sektor ekonomi saja, akan tetapi juga membawa kepentingan politik yang lebih luas.
Pengenaan tarif tersebut diklaim Trump sebagai cara untuk menekan Venezuela dan mengurangi pengaruh China dalam perdagangan minyak global. Namun, banyak pihak menilai bahwa kebijakan ini lebih dari sekadar strategi ekonomi.
Dikutip dari laman Reuters, semenjak kembali ke Gedung Putih, Trump memperketat sanksi terhadap Venezuela, membalikkan kebijakan yang lebih longgar di era Presiden Joe Biden. Selain itu, kebijakan ini juga bertepatan dengan agenda kampanye Trump yang menekankan sikap keras terhadap negara-negara yang dianggap bermusuhan dengan AS.
Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump menyebut langkah ini sebagai hari Pembebasan di Amerika.
Baca Juga: Hiraukan Tarif Amerika Serikat, Kinerja Ekspor China Tembus Rekor
Tak hanya itu saja, Trump juga menuduh Venezuela sebagai negara yang sangat bermusuhan dengan AS. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebijakan tarif ini tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga memiliki muatan politik yang kuat.
Beberapa pengamat menilai kebijakan ini sebagai cara Trump untuk menarik dukungan dari kelompok politik konservatif di AS yang mendukung pendekatan keras terhadap negara-negara sosialis seperti Venezuela.
"Ini bukan sekadar soal minyak, tapi lebih kepada pesan politik menjelang pemilu," ujar analis kebijakan luar negeri di Washington, David Chen.
Tak menunggu lama, pemerintah Maduro dengan cepat merespons kebijakan tersebut, dirinya mengungkapkan bahwa langkah Trump merupakan salah satu bukti kegagalan AS dalam menekan Venezuela.
Venezuela juga menuduh Washington menggunakan sanksi ekonomi sebagai alat politik untuk menekan negara-negara yang tidak sejalan dengan kepentingannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









