Prabowo Akui Komunikasi Pemerintah Agak Kurang, Ini Alasannya
Camelia Rosa | 8 April 2025, 16:28 WIB

AKURAT.CO Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menekankan bahwa sudah saatnya pemerintah saat ini lebih komunikatif, proaktif dalam memberikan keterangan mengenai keadaan yang terjadi saat ini.
Hal ini diungkapkannya lantaran Kepala Negara tersebut mengakui bahwa komunikasi dari pemerintahan yang dipimpinannya memang agak kurang.
Prabowo mengaku mulai sadar sejak beberapa minggu lalu, bahwa komunikasi dari pemerintah yang ia pimpin memang agak kurang. Ia mengaku hal tersebut menjadi tanggung jawabnya.
"Dan saya ingin memberi penjelasan kenapa. Karena saya menganut filosofi evidence based performance. Jadi saya enggan bicara tanpa bukti nyata, itu sifat saya," tuturnya dalam acara Sarasehan Ekonomi yang digelar oleh Kementeri Koordinator (Kemenko) Perekonomian di Menara Mandiri, Jakarta hari ini, Selasa (8/4/2025).
Dalam kesempatan ini, Prabowo juga mengakui bahwa dirinya seringkali diejek lantaran ia sendiri yang membuka kesempatan untuk diejek.
"Kan saya suka, saya bilang saya tidak suka orang yang hanya omon-omon. Akhirnya omon-omon jadi populer ya, dipakai di seluruh Indonesia. Dan saya tidak suka hanya omon-omon," imbuhnya.
Prabowo berpendapat, ketika dirinya resmi ditetapkan sebagai pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu, ia langsung mengumpulkan tim kecil dan mulai bekerja.
"Lima bulan kita bekerja terus, tanpa diliput media. Kadang-kadang diliput media malah kerjanya sulit. Karena media ingin bukti seketika," tegasnya.
Padahal, lanjut Prabowo, tidak ada manajemen atau organisasi manapun yang dapat menjalankan suatu proyek secara seketika.
"Yang bisa seketika itu hanya Nabi Musa karena punya tongkat, semua itu (butuh) perencanaan yang matang. Perencanaan dasarnya adalah pengumpulan data yang benar," imbuhnya.
Prabowo menambahkan, setelah perencanaan maka tugas selanjutnya adalah mencari orang yang dapat melaksanakan rencana tersebut. Katanya, rencana dan gagasan terbaik tidak akan berhasil tanpa orang yang bisa melaksanakannya.
"Sesudah itu, baru mulai. Dan sesudah pelaksanaan, baru kita lihat hasil. Ini adalah fenomena hidup," tukas Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







