Akurat
Pemprov Sumsel

ADB Lapor, Asia Tenggara jadi Penopang Pertumbuhan Regional di Tengah Perlambatan Ekonomi China

Demi Ermansyah | 9 April 2025, 18:55 WIB
ADB Lapor, Asia Tenggara jadi Penopang Pertumbuhan Regional di Tengah Perlambatan Ekonomi China

AKURAT.CO Kala China sedang alami perlambatan pertumbuhan ekonomi, kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara diproyeksikan menjadi penopang utama laju ekonomi Asia-Pasifik menurut laporan ADB baru-baru ini.

Dalam laporan Asian Development Outlook (ADO) April 2025 yang dirilis Bank Pembangunan Asia (ADB), tercatat bahwa pertumbuhan ekonomi China diprediksi melambat menjadi 4,7% tahun ini dan 4,3% tahun depan.

Sebaliknya, India dan negara-negara Asia Tenggara menunjukkan prospek yang lebih cerah.

ADB memproyeksikan India akan tumbuh sebesar 6,7% tahun ini dan meningkat menjadi 6,8% tahun depan.

Baca Juga: KSPI Wanti-Wanti Gelombang Kedua PHK Ancam Industri Ekspor Akibat Kenaikan Tarif Impor AS

Dimana pertumbuhan tersebut didorong oleh permintaan domestik yang kuat serta kebijakan fiskal yang proaktif.

Sementara itu, negara-negara di Asia Tenggara diperkirakan akan mencatat pertumbuhan stabil di angka 4,7% pada 2025 dan 2026.

Pemulihan sektor pariwisata dan peningkatan konsumsi domestik disebut menjadi motor utama pertumbuhan kawasan ini.

Menurut Kepala Ekonom ADB, Albert Park, menyebutkan bahwa kawasan Asia dan Pasifik tetap tangguh berkat pondasi ekonomi yang kuat. Namun, tantangan eksternal seperti kebijakan perdagangan AS dan ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor penentu.

“Berbagai perekonomian di kawasan Asia dan Pasifik yang sedang berkembang ditopang oleh fundamental yang kuat, sehingga menjadi landasan bagi ketangguhan di tengah lingkungan global yang menantang ini,” kata Albert.

Baca Juga: IHSG Tahan Guncangan Global, Ekonomi RI Masih Kuat Meski Dihantam Tarif Trump

Untuk kawasan lain, pertumbuhan ekonomi di Kaukasus dan Asia Tengah diperkirakan melambat dari 5,7% pada 2024 menjadi 5,4% tahun ini, dan turun lagi menjadi 5% pada 2026 karena lemahnya permintaan eksternal.

Adapun kawasan Pasifik tetap bergantung pada sektor pariwisata, dengan pertumbuhan diprediksi sebesar 3,9% tahun ini dan 3,6% tahun depan, turun dari 4,2% pada 2024.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.