Trump Dianggap Ancam Stabilitas Ekonomi Global, Prancis Soroti Gaya Kepemimpinan Sepihak

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menjadi sorotan internasional pasca Menteri Keuangan Prancis, Eric Lombard mengecam sikapnya yang dinilai bisa merusak kredibilitas dolar dan mengacaukan perekonomian AS.
Kritik tersebut ditujukan terhadap rencana Trump untuk memecat Gubernur The Fed, Jerome Powell, yang dianggap terlalu hati-hati dalam menurunkan suku bunga.
Dikutip dari laman La Tribune Dimanche, Lombard menyebut bahwa kredibilitas dolar AS sudah tergerus akibat kebijakan tarif yang agresif.
"Tentunya, langkah memecat Powell oleh Trump pada akhirnya hanya akan memperparah situasi dan menciptakan ketidakpastian di pasar obligasi serta menaikkan biaya utang nasional," paparnya.
Baca Juga: Prabowo Masih Menanti Pertemuan dengan Donald Trump, Bahas Kebijakan Tarif AS
Langkah-langkah Trump yang kerap berjalan di luar norma internasional, termasuk kebijakan proteksionis seperti tarif 10% terhadap produk dari Uni Eropa, dianggap berpotensi mengganggu stabilitas global.
Lombard menilai kebijakan tersebut tidak hanya melukai semangat perdagangan bebas, tetapi juga membahayakan kerjasama strategis antara AS dan Eropa.
Kecaman dari Lombard menambah panjang daftar tokoh internasional yang mengkritik pendekatan Trump terhadap isu-isu strategis.
Presiden Prancis Emmanuel Macron sendiri telah berkali-kali berbeda pendapat dengan Trump, khususnya dalam hal lingkungan, perdagangan, dan kebijakan luar negeri.
Dalam konteks ekonomi global yang saling terhubung, intervensi politik terhadap lembaga moneter seperti The Fed dikhawatirkan menular ke negara-negara lain dan menciptakan efek domino.
Baca Juga: Waspada Tujuan Terselubung Donald Trump dari Wacana Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia
Pengaruh dolar yang begitu besar terhadap perekonomian dunia membuat setiap langkah yang diambil oleh AS memiliki implikasi global.
Lebih lanjut, Lombard mendesak para CEO di Eropa untuk lebih aktif berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi kawasan, seraya mendorong semangat patriotisme ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










