Akurat
Pemprov Sumsel

BI Salurkan KLM Rp 370,6 Triliun, Sektor Perumahan Dominasi Penerima Manfaat

Demi Ermansyah | 23 April 2025, 16:10 WIB
BI Salurkan KLM Rp 370,6 Triliun, Sektor Perumahan Dominasi Penerima Manfaat

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) terus mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas nasional melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM). Hingga minggu kedua April 2025, nilai KLM yang telah disalurkan mencapai Rp370,6 triliun, naik signifikan dari posisi Maret sebesar Rp 292,3 triliun.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjelaskan, lonjakan terbesar terjadi di sektor perumahan, yang mencatatkan peningkatan insentif hingga Rp 84 triliun hanya dalam sebulan.

“Khusus sektor perumahan, insentif KLM meningkat Rp84 triliun dari Maret. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pembangunan 3 juta rumah,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (23/4/2025).

Baca Juga: Walau Ada Tarif Trump, BKPM Pastikan Investasi Apple Tetap Berlanjut

Perry merinci, dari total dana KLM yang tersalurkan, bank BUMN menyerap Rp161,7 triliun, bank swasta nasional Rp167,4 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Rp35,7 triliun, dan kantor cabang bank asing sebesar Rp5,8 triliun.

Kebijakan ini diberikan BI melalui pengurangan kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank, dengan syarat bank menyalurkan kredit ke sektor prioritas seperti pertanian, real estat, manufaktur, transportasi, UMKM, dan ultramikro.

BI juga mengonfirmasi peningkatan rasio KLM terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) dari 4% menjadi 5% mulai 1 April 2025, yang diperkirakan menyuntikkan tambahan likuiditas lebih dari Rp 80 triliun ke sistem perbankan.

Menurut Deputi Gubernur BI Juda Agung, kebijakan ini merupakan bentuk sinergi BI dengan kementerian/lembaga lain, terutama dalam mendukung ketahanan pangan, hilirisasi pertanian, dan sektor perumahan rakyat.

Selain memperbesar ruang likuiditas, kebijakan ini juga diharapkan mampu menstimulasi pertumbuhan kredit sektor produktif dan mempercepat pemulihan ekonomi.

“BI terus mendorong agar bank menyalurkan kredit ke sektor yang mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan berkelanjutan,” tutup Perry.

Baca Juga: Prabowo dan Wakil PM Malaysia Bahas Tarif Trump hingga Kemerdekaan Palestina

Dengan pendekatan yang lebih terarah melalui insentif KLM, lanjut Perry, BI menegaskan perannya bukan hanya sebagai penjaga stabilitas moneter, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.