AKURAT.CO Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif sebesar 145% pada sebagian besar barang impor dari China.
Langkah ini memicu respons tegas dari Beijing, yang menilai bahwa Washington salah dalam memperkirakan ketahanan ekonomi China terhadap tekanan eksternal.
Direktur Pusat Studi Amerika di Universitas Fudan dan penasihat Kementerian Luar Negeri China, Wu Xinbo menyatakan bahwa pemerintahan Trump keliru dalam menilai bahwa ekonomi China akan menyerah di bawah tekanan tarif.
"Yang mengejutkan mereka, China tidak runtuh dan tidak menyerah," ujarnya dikutip dari laman CGTN Sabtu (26/4/2025).
Sebagai respons, China telah mengadopsi berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonominya.
Baca Juga: Ketika PBoC Soroti Tarif Trump
Pemerintah mengumumkan rencana untuk meningkatkan tunjangan pengangguran, menaikkan pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah, serta memperkuat dukungan pembiayaan bagi perusahaan.
Langkah-langkah tersebur tentunya bertujuan untuk merangsang permintaan domestik dan mengurangi ketergantungan pada ekspor.
Selain itu, China secara selektif mengecualikan beberapa produk AS, seperti semikonduktor dan peralatan medis, dari tarif balasan sebesar 125%.
Langkah ini menunjukkan upaya Beijing untuk melindungi sektor-sektor strategisnya sambil tetap menunjukkan ketegasan dalam menghadapi tekanan AS.
Meskipun demikian, Beijing menegaskan bahwa mereka tetap terbuka untuk dialog yang konstruktif.
Meskipun begitu, lanjutnya, China akan tetap menuntut agar Washington menunjukkan rasa hormat yang lebih besar dan menghentikan tindakan sepihak yang merugikan.
"Kami siap untuk berkomunikasi pada waktu yang tepat," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









