Akurat
Pemprov Sumsel

IMF: Pertumbuhan Asia Melambat, Indonesia Fokus Perkuat Konsumsi Domestik

Syaiful Bahri | 28 April 2025, 23:47 WIB
IMF: Pertumbuhan Asia Melambat, Indonesia Fokus Perkuat Konsumsi Domestik

AKURAT.CO Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan, pertumbuhan ekonomi Asia kini tengah mengalami perlambatan serius, terutama akibat ketegangan perdagangan global dan ancaman kenaikan tarif dari Amerika Serikat.

Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF, Krishna Srinivasan, mengatakan negara-negara berkembang dan berpendapatan rendah di kawasan, termasuk Indonesia, berpotensi terdampak lebih berat dibandingkan negara-negara besar.

Dalam laporan terbarunya, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia dan Pasifik menjadi 3,9 persen tahun ini, turun 0,5 persen dari prediksi sebelumnya.

Penyebab utamanya adalah memburuknya hubungan perdagangan global, ketidakpastian ekonomi, serta pengetatan kondisi keuangan dunia.

"Ketegangan tarif dan melemahnya permintaan global dapat menjadi pukulan besar bagi negara-negara berpendapatan rendah yang memiliki ruang kebijakan terbatas," ujar Srinivasan, dikutip pada Senin (28/4/2025).

Ia menekankan, negara-negara kecil dan berkembang, seperti Indonesia, harus waspada karena ketergantungan terhadap ekspor membuat mereka rentan saat permintaan global melemah.

Baca Juga: Rusia Tegaskan Tak Akan Bangun Pangkalan Militer di Indonesia

Menghadapi tantangan ini, IMF mendorong negara-negara Asia, termasuk Indonesia, untuk memperkuat konsumsi domestik dan investasi swasta sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi.

Menurut Srinivasan, negara-negara besar seperti China, India, dan Indonesia memiliki potensi konsumsi dalam negeri yang besar dan perlu memanfaatkannya secara optimal.

"Model pertumbuhan baru yang lebih seimbang, tidak hanya mengandalkan ekspor, menjadi kunci ketahanan ekonomi di masa depan," tambahnya.

Selain memperkuat permintaan domestik, IMF juga menyarankan agar negara-negara Asia memperdalam integrasi ekonomi regional.

Srinivasan menyoroti pentingnya kerja sama seperti yang diinisiasi lewat Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), yang menurutnya mampu menciptakan iklim perdagangan yang lebih stabil dan prediktif.

Ia menekankan, kerja sama pragmatis di tingkat regional dan bilateral perlu terus didorong untuk menjaga pertumbuhan ekonomi berbasis ekspor di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: Revisi UU Ormas Dinilai Penting untuk Percepat Pembubaran Ormas Bermasalah

Bagi Indonesia, seruan IMF ini menjadi pengingat bahwa ketergantungan berlebih pada ekspor bisa menjadi risiko.

Percepatan pembangunan sektor riil, mendorong konsumsi rumah tangga, serta memperkuat pasar dalam negeri menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan global.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.