Ekspektasi Pasar Bergeser, Pemangkasan Suku Bunga The Fed Makin Tidak Pasti

AKURAT.CO Harapan pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), kian meredup. Para pelaku pasar kini mulai mengurangi ekspektasi mereka terhadap jumlah pemangkasan suku bunga tahun ini, menyusul tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan China yang meredakan ketegangan geopolitik global.
Sebelumnya, pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga hingga empat kali pada 2025. Namun, kini harapan tersebut menyusut menjadi hanya dua kali pemangkasan, seiring meredanya kekhawatiran terhadap dampak negatif perang dagang terhadap pertumbuhan ekonomi AS.
Mengutip dari laman reuters, hasil data instrumen swap menunjukkan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga hingga Desember sebesar 56 basis poin turun tajam dibandingkan hampir 75 basis poin pada minggu sebelumnya.
Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Ketidakpastian Ekonomi AS Meningkat Akibat Tarif
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun, indikator utama sentimen terhadap kebijakan suku bunga menguat hingga 12 basis poin dan kembali menembus level psikologis 4% pada Senin (12/5/2025) lalu.
"Pasar cenderung overreact, dan saat ini arus dana mengalir ke aset-aset berisiko," ujar Pakar Strategi suku bunga di Columbia Threadneedle Investment, Ed Al-Hussainy.
Lebih lanjut Ed menjelaskan bahwa kedepan pasar akan lebih realistis terhadap outlook pemangkasan suku bunga seiring penyesuaian harga obligasi di pasar.
"Langkah AS dan China untuk menurunkan tarif tentu akan menjadi katalis penguatan ekonomi global. Investor pun mulai mengalihkan aset dari obligasi ke instrumen berisiko seperti saham. Hal ini tercermin dari reli tajam di pasar ekuitas yang terjadi pada awal pekan ini," ucapnya kembali.
Baca Juga: The Fed Melawan! Suku Bunga Tak Turun Meski Trump Mendesak
Sebelumnya, pernyataan terbaru dari Ketua The Fed, Jerome Powell turut memperkuat pandangan bahwa bank sentral akan menahan diri dalam mengambil kebijakan agresif. Powell menyebut, pihaknya akan sangat hati-hati dalam menilai dampak tarif terhadap inflasi dan pertumbuhan. Sebagai akibatnya, investor kini lebih konservatif dalam memprediksi jalur kebijakan suku bunga jangka menengah.
Kondisi pasar tenaga kerja AS yang masih kuat serta inflasi yang belum sepenuhnya mereda juga menjadi faktor penghambat bagi The Fed untuk segera menurunkan suku bunga. Imbal hasil obligasi bertenor lima tahun pun naik menjadi 4,11% dari 3,85% hanya dalam sepekan.
Sikap wait and see semakin mendominasi. CME Group mencatat kontrak opsi put yang mencerminkan taruhan bahwa suku bunga tidak akan turun telah melampaui 275.000 kontrak terbuka. Ini mengindikasikan adanya probabilitas yang meningkat bahwa The Fed bahkan mungkin tidak memangkas suku bunga sama sekali tahun ini.
Meskipun demikian, sebagian ekonom dari lembaga keuangan besar masih mempertahankan proyeksi pelonggaran moneter. Citigroup Inc, misalnya, kini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama akan dimulai Juli 2025, bukan Juni, sebagai respons atas kebijakan pengurangan tarif impor dari 145% menjadi 30% selama 90 hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









