Jepang Targetkan Kenaikan Upah Riil 1% Pada 2029 Mendatang

AKURAT.CO Pemerintah Jepang di bawah kepemimpinan Perdana Menteri, Shigeru Ishiba secara resmi menetapkan target pertumbuhan upah riil sebesar 1% pada tahun fiskal 2029 mendatang, langkah pertama dalam sejarah negara tersebut dalam menjadikan kenaikan upah sebagai bagian dari kebijakan ekonomi nasional.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk merangsang permintaan domestik yang lesu akibat inflasi yang terus menekan daya beli masyarakat.
Dalam pernyataan usai rapat panel kapitalisme baru, Ishiba menekankan bahwa kenaikan upah merupakan inti dari strategi pertumbuhan ekonomi Jepang ke depan.
“Kami akan mengerahkan seluruh sumber daya kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang mendorong kenaikan gaji, terutama bagi sektor usaha kecil dan menengah,” ujar Ishiba dikutip dari laman reuters.
Baca Juga: Pantik Semangat Wirausaha PMI, Program Mandiri Sahabatku Sapa 250 Pekerja Migran di Jepang
Target upah riil ini hadir di tengah tantangan serius dalam perekonomian Jepang. Meskipun perusahaan besar telah mencatatkan lonjakan upah nominal terbesar dalam beberapa dekade terakhir, data menunjukkan bahwa upah riil hanya tumbuh dalam empat bulan selama tiga tahun terakhir, sementara inflasi konsisten bertahan di atas 2%.
Situasi ini menyebabkan pengeluaran rumah tangga menurun dan indeks kepercayaan konsumen anjlok ke level terendah dalam dua tahun terakhir pada April.
Langkah Ishiba juga dinilai bermuatan politik menjelang pemilihan Majelis Tinggi musim panas mendatang.
Jajak pendapat terbaru dari Nikkei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Ishiba anjlok ke 33%, dengan mayoritas responden mendesak adanya kebijakan yang mengurangi beban biaya hidup.
Baca Juga: Tarif Mobil Ancam Industri Jepang, Negosiator Dorong Solusi Komprehensif dengan AS
Ekonom Nomura Research Institute, Takahide Kiuchi menilai penetapan target ini sebagai sinyal politik penting.
“Ishiba ingin menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki kondisi hidup warga dan menanggapi kritik terhadap stagnasi upah riil,” ujarnya.
Dengan target pertumbuhan upah riil ini, pemerintah juga mendukung kerangka kerja Bank of Japan yang menyatakan bahwa kenaikan upah nominal sebesar 3% diperlukan untuk menjaga inflasi di level 2% secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









