Trump Siap Berlakukan Kembali Tarif Sepihak, Negara Mitra Terancam Tak Punya Waktu Negosiasi

AKURAT.CO Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump kembali menuai perhatian dunia internasional.
Dalam pernyataannya di Uni Emirat Arab pada Sabtu (17/5/2025) lalu, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya akan menetapkan tarif sepihak terhadap mitra dagangnya dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Langkah ini diambil karena Trump menilai AS tidak memiliki kapasitas untuk bernegosiasi dengan semua negara mitra dagang secara bersamaan.
Dikutip dari laman reuters, Trump menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Scott Bessent dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick akan segera mengirimkan surat pemberitahuan kepada negara-negara tersebut mengenai jumlah tarif yang harus dibayar untuk dapat berbisnis di Amerika.
“Saya kira hal tersebut cukup adil. Namun, tidak mungkin kami bisa menyambangi semua orang yang ingin menemui kami,” ucap Trump.
Baca Juga: Paket Pajak Trump Dinilai Untungkan Konglomerat, Defisit AS Terancam Membengkak
Kebijakan tarif ini sebenarnya sudah diumumkan sejak awal April, namun sempat ditunda selama 90 hari guna memberi ruang negosiasi.
Ironisnya, Trump justru menunjukkan penolakan terhadap proses negosiasi berkepanjangan dan lebih memilih penetapan sepihak.
Keterbatasan sumber daya dan tenaga kerja menjadi alasan utama pemerintah AS tak mampu menangani semua pembicaraan dagang sekaligus.
Sementara itu, negara-negara mitra seperti Jepang, Korea Selatan, India, dan Uni Eropa masih dalam proses negosiasi. Inggris dan China disebut telah mencapai kesepakatan sementara.
Baca Juga: Trump Kunci Investasi Fantastis hingga Rp4.000 Triliun dari Qatar
Gedung Putih dan Departemen Perdagangan belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana penetapan tarif sepihak ini. Di sisi lain, para ekonom memperingatkan bahwa langkah ini bisa memperburuk ketegangan perdagangan global dan meningkatkan beban biaya pada konsumen AS sendiri, mengingat tarif biasanya akan dibebankan ke harga jual dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









