Akurat
Pemprov Sumsel

The Fed Waspadai Kenaikan Inflasi, Pilih Strategi Wait and See Untuk Pemangkasan Suku Bunga

Demi Ermansyah | 20 Mei 2025, 15:45 WIB
The Fed Waspadai Kenaikan Inflasi, Pilih Strategi Wait and See Untuk Pemangkasan Suku Bunga

AKURAT.CO Federal Reserve kembali menegaskan sikap hati-hati dalam merumuskan kebijakan moneter, di tengah bayang-bayang ketidakpastian global akibat kebijakan tarif dan potensi kenaikan inflasi.

Sejumlah pejabat tinggi The Fed, termasuk John Williams, Raphael Bostic, Philip Jefferson, dan Neel Kashkari, menyuarakan perlunya pendekatan yang lebih konservatif sebelum memutuskan pemangkasan suku bunga.

Dalam beberapa pernyataan yang disampaikan dikutip dari laman New York Times, para pejabat sepakat bahwa meskipun inflasi menunjukkan tren penurunan dan penciptaan lapangan kerja menguat, risiko dari sisi tarif dan persepsi publik terhadap inflasi masih tinggi.

Baca Juga: Trump Kembali Tekan The Fed Segera Turunkan Suku Bunga

Gubernur The Fed Minneapolis Neel Kashkari menyatakan bahwa tarif membuat para pembuat kebijakan bingung dan belum siap untuk mengubah suku bunga dalam waktu dekat.

“Ada banyak ketidakpastian yang sedang kami coba atasi. Kami hanya perlu menunggu dan melihat sampai kami mendapatkan lebih banyak informasi,” ujarnya.

Ketidakpastian serupa juga disampaikan oleh Deputi Gubernur The Fed, Philip Jefferson dalam Konferensi Pasar Keuangan 2025 yang digelar di Atlanta. Jefferson menekankan pentingnya memastikan bahwa potensi kenaikan harga tidak berkembang menjadi inflasi yang berkelanjutan.

“Saya yakin sudah sepantasnya kita menunggu dan melihat bagaimana kebijakan berkembang dan dampaknya dari waktu ke waktu,” katanya.

Baca Juga: Waspadai Risiko Tarif Tinggi, The Fed: Inflasi Tak Kunjung Reda, Investasi Kian Terhambat

Gubernur The Fed Atlanta, Raphael Bostic bahkan menekankan bahwa ekspektasi publik terhadap inflasi saat ini cukup mengkhawatirkan.

“Saya sangat khawatir terhadap sisi inflasi, dan terutama karena kami melihat ekspektasi bergerak dengan cara yang merepotkan,” ujarnya dalam forum Bloomberg.

John Williams, Gubernur The Fed New York, menyebut bahwa ketidakpastian akibat kebijakan dagang tidak hanya membebani pengambilan keputusan bank sentral, tetapi juga perusahaan dan rumah tangga.

“Tarif dan kebijakan lain membuat sulit untuk memprediksi arah perekonomian. Kita perlu waktu untuk menilai semuanya,” ujarnya.

Pemerintahan Trump sendiri telah mencapai kesepakatan sementara dengan China, menurunkan tarif pada sejumlah produk impor, namun negosiasi dengan negara mitra lainnya masih terus berlangsung.

Kondisi ini semakin memperkuat alasan bagi The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga dan memantau data-data ekonomi selanjutnya sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.