Mengenal TACO, Sindiran Manuver Tarif Trump yang Tak Konsisten

AKURAT.CO Kebijakan dagang Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi penyebab utama gejolak pasar finansial global. Bursa saham, nilai tukar, hingga obligasi pemerintah terus berfluktuasi mengikuti arah manuver tarif Trump yang berubah-ubah dalam hitungan hari.
Pasar mencatat lonjakan volatilitas usai Trump mengancam tarif sebesar 50 persen atas barang Eropa. Namun, pasar kembali menguat setelah ia menunda penerapan tarif selama sebulan untuk memberi ruang negosiasi.
Dikutip dari laman reuters, investor menamai pola agresif tersebut sebagai “TACO” atau Trump Always Chickens Out, sebuah sindiran atas kecenderungan Trump untuk mundur dari ancaman ekstrem yang sebelumnya ia lontarkan.
Istilah ini pertama kali muncul dalam kolom Financial Times dan kini menjadi bagian dari strategi spekulatif para investor.
“Setiap kali ia mengancam, pasar turun. Lalu ia tarik ancaman, pasar naik. Ini jadi pola yang bisa dibaca, tapi sangat melelahkan,” ujar analis senior di Goldman Sachs, Alan Greenspan.
Baca Juga: Imbas Tarif Trump, ICP April 2025 Turun ke USD65,29 per Barel
Strategi itu membuat indeks Dow Jones dan S&P 500 mencatat fluktuasi tajam. Pada April, indeks Dow jatuh lebih dari 400 poin dalam sehari setelah Trump mengumumkan tarif terhadap puluhan mitra dagang. Beberapa jam kemudian, setelah presiden mengisyaratkan penangguhan, indeks tersebut justru melambung dan mencatat reli harian terbaik sejak 2008.
Di tengah ketidakpastian itu, investor kehilangan arah. Saham-saham sektor otomotif sempat terpukul setelah ancaman tarif terhadap mobil dan suku cadangnya diumumkan. Namun setelah pelonggaran dilakukan, saham kembali stabil, menunjukkan tingginya ketergantungan pasar terhadap ucapan presiden.
“Sulit melakukan perencanaan investasi jangka panjang dalam iklim seperti ini,” ujar Manajer portofolio dari Morgan Stanley, Eleanor Watanabe.
Eleanor menambahkan bahwa kepastian hukum dan arah kebijakan adalah fondasi utama pasar modal yang sehat.
Kritik juga datang dari sektor industri. Produsen otomotif menyatakan bahwa ancaman tarif bisa memukul rantai pasok dan menurunkan minat investasi. Sementara, konsumen diprediksi menghadapi lonjakan harga barang impor, mulai dari elektronik hingga kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga: Ekonom Sebut Sektor Manufaktur Ini Paling Terdampak Tarif Trump
Meskipun strategi “tarif sebagai senjata diplomasi” terkadang efektif dalam menghasilkan konsesi cepat, dampak jangka panjang terhadap kestabilan ekonomi global dinilai lebih besar.
“Ketika ancaman menjadi senjata utama, pasar menjadi ladang spekulasi, bukan lagi cerminan fundamental ekonomi,” ujar ekonom dari Harvard, Kenneth Rogoff.
Trump, dalam pembelaannya, menyatakan bahwa pendekatan tersebut berhasil. “Jika saya tidak menetapkan angka yang sangat tinggi, mereka tidak akan datang ke meja perundingan,” kata dia.
Namun, harga yang dibayar oleh pasar tampaknya tidak ringan. Ketidakpastian adalah musuh terbesar investor, dan saat ini, ketidakpastian itu berasal dari Gedung Putih sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








