Deflasi Berlanjut, Pemulihan Konsumsi China Kian Tertekan

AKURAT.CO Tekanan deflasi di China berlanjut hingga bulan keempat berturut-turut, menandakan bahwa upaya pemulihan ekonomi melalui peningkatan konsumsi masih jauh dari harapan.
Indeks Harga Konsumen (IHK) China tercatat turun 0,1% pada Mei 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, harga produsen atau Indeks Harga Produsen (PPI) merosot dalam selama 32 bulan terakhir, mencatat penurunan terdalam dalam hampir dua tahun.
Lemahnya konsumsi domestik menjadi faktor utama berlanjutnya deflasi. Meskipun libur nasional di awal dan akhir Mei memberikan sedikit dorongan terhadap permintaan layanan, lonjakan tersebut tidak cukup menahan tekanan harga yang terus turun.
Baca Juga: Ekspor China ke AS Anjlok, Beijing Genjot Pasar Alternatif Hadapi Ketidakpastian Global
"Tekanan deflasi di China belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Perang harga barang dan jasa justru memperparah situasi," ujar Ekonomi dari Bloomberg Economics, Eric Zhu.
Di sisi lain, Biro Statistik Nasional China menyebut penurunan harga produsen disebabkan oleh tingginya basis harga tahun lalu serta merosotnya harga global untuk produk minyak dan bahan kimia.
Persediaan batu bara dan bahan baku yang melimpah turut mempercepat pelemahan harga.
Para ekonom memperingatkan bahwa kebijakan fiskal saat ini belum mampu menggairahkan daya beli masyarakat.
"Sebuah program subsidi konsumen memang sempat mendorong penjualan barang elektronik rumah tangga, namun dampaknya dianggap tidak berkelanjutan," paparnya.
Baca Juga: Optimisme Dagang AS-China Dorong Reli Bursa Asia di Awal Pekan
Bahkan, lanjut Eric, Dana Moneter Internasional (IMF) beberapa waktu lalu memperkirakan inflasi konsumen China rata-rata akan stagnan di angka nol pada tahun ini, terendah di antara hampir 200 negara.
"Sehingga hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa permintaan domestik tetap rapuh meskipun pemerintah gencar menggalakkan belanja," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









