AS Longgarkan Sanksi, China Siap Pasok Logam Tanah Jarang untuk Industri Teknologi

AKURAT.CO Pemerintah China menyatakan komitmennya untuk kembali memasok logam tanah jarang ke Amerika Serikat, setelah kedua negara mencapai kesepakatan dagang yang dikodifikasikan dalam pertemuan bilateral di Jenewa dan diperkuat dalam perundingan lanjutan di London awal bulan ini.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang China untuk mempertahankan peran sentralnya dalam rantai pasok global, khususnya pada sektor logam strategis yang menjadi bahan utama dalam manufaktur turbin angin, kendaraan listrik, hingga jet tempur.
Dalam pernyataan yang disampaikan, juru bicara Kementerian Perdagangan China mengungkapkan bahwa negaranya akan memproses ekspor komoditas tersebut secara ketat berdasarkan regulasi hukum yang berlaku.
Baca Juga: Perang Dagang Mereda, AS-China Bahas Akses Tanah Jarang dan Ekspor Teknologi
Sebagai imbalannya, AS menyetujui pencabutan bertahap atas sejumlah pembatasan ekspor, termasuk pada perangkat lunak cip dan mesin jet.
Kesepakatan ini datang di tengah situasi geopolitik yang sensitif, di mana China tengah menghadapi tekanan internasional terkait ekspor teknologi tinggi dan bahan baku strategis.
Logam tanah jarang menjadi komoditas penting yang sempat dijadikan senjata diplomasi oleh Beijing untuk menekan negara-negara Barat.
Menurut Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick dalam wawancara dengan Bloomberg TV menegaskan bahwa ekspor logam tanah jarang merupakan prasyarat utama untuk mencabut langkah-langkah pembalasan dari pihak Washington.
Dirinya juga menyebutkan bahwa pembicaraan dengan 10 mitra dagang utama AS lainnya akan segera menyusul dalam waktu dekat.
Baca Juga: Rupiah Nanjak 73 Poin ke Rp16.253 di Tengah Eskalasi Perang Dagang AS-China
Langkah AS melonggarkan pembatasan ekspor etana ke China turut memperkuat sinyal pemulihan hubungan dagang kedua negara.
Namun demikian, material tidak dapat dibongkar tanpa izin resmi dari otoritas China, sehingga menunjukkan kehati-hatian dan kalkulasi politik masih mewarnai hubungan ini.
Ketegangan dagang sebelumnya menyebabkan terganggunya distribusi logam tanah jarang secara global, sehingga mengancam produksi komponen vital industri teknologi tinggi di berbagai negara.
Dengan dibukanya kembali keran ekspor dari China, industri global berpotensi mengalami normalisasi pasokan dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










