BIS: Dunia Hadapi Era Baru Ketidakpastian Ekonomi dan Inflasi Global

AKURAT.CO Bank for International Settlements (BIS) memperingatkan bahwa dunia tengah memasuki era baru ketidakpastian ekonomi yang ditandai oleh tekanan inflasi, gejolak harga, dan risiko fiskal.
Dalam laporan tahunannya dikutip dari laman bloomberg, BIS menekankan bahwa konsumen global kini jauh lebih sensitif terhadap kenaikan harga, dan era toleransi terhadap inflasi tampaknya telah berakhir.
Pernyataan itu disampaikan General Manager BIS, Agustín Carstens, yang menyebut bahwa gejolak ekonomi saat ini memiliki karakteristik mirip dengan krisis, meskipun tidak terjadi secara serentak di seluruh dunia.
Baca Juga: BUMN Diminta Harus Siap Hadapi Gejolak Ekonomi Global Imbas Perang Iran-Israel
“Kami melihat tekanan makroekonomi yang meningkat akibat populasi yang menua, kekurangan tenaga kerja, hingga ketegangan geopolitik dan kebijakan proteksionis,” kata Carstens.
Menurut BIS, bank sentral harus tetap fokus pada mandat utama menjaga stabilitas harga meskipun dihadapkan pada tekanan politik dan publik.
Kasus Gubernur The Fed, Jerome Powell, menjadi sorotan karena tetap menolak desakan Gedung Putih untuk memangkas suku bunga dalam kondisi inflasi yang membandel.
Selain itu, BIS menyoroti peran penting kredibilitas dalam kebijakan ekonomi. Keyakinan publik, menurut Carstens, harus melampaui institusi bank sentral dan mencakup keseluruhan proses kebijakan pemerintah.
Sementara itu, Hyun Song Shin, penasihat ekonomi BIS, mengingatkan bahwa ekspektasi inflasi kini dapat berubah lebih cepat dan liar karena tekanan psikologis pascapandemi. “Sekali masyarakat merasa harga akan terus naik, akan sangat sulit untuk menurunkannya,” ujarnya.
Baca Juga: Gejolak Ekonomi Global Hambat Transisi Energi, Sri Mulyani Wanti-wanti Ancaman Krisis Iklim
Untuk menghadapi tantangan ini, BIS menyerukan reformasi struktural di berbagai negara, termasuk deregulasi pasar tenaga kerja, peningkatan investasi produktif, dan penguatan pengawasan terhadap lembaga keuangan non-bank.
“Dalam dunia yang saling terhubung, krisis bisa menyebar dengan sangat cepat,” tulis laporan BIS. Oleh karena itu, sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan struktural menjadi kunci menghadapi era ketidakpastian baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









